INILAH.COM, Jombang - Bermain catur adalah salah satu kesukaan almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Namun saat bermain catur dengan Gus Dur harus jeli.
Jika tidak, kuda catur bisa berjalan lurus. Sebaliknya, patih catur berjalan mirip kuda. Jika sudah demikian, lawan Gus Dur akan kelabakan hingga skak mat. Pengalaman unik itu pernah dialami KH Abdul Hakam Kholiq alias Gus Hakam, adik sepupu Gus Dur.
Pengasuh ponpes Darul Hikam Tebuireng ini menceritakan, setiap pulang dari Jakarta, Gus Dur selalu bertandang ke rumahnya. Maklum, diantara sepupu yang paling dekat adalah Gus Dur. Begitu masuk rumah Gus Hakam, mantan Ketua PBNU tiga periode ini langsung menantang bermain catur. Papan catur pun digelar sambil menanyakan kabar masing-masing.
Namun aneh, hingga tiga kali permainan, adik sepupu Gus Dur ini tidak pernah menang. Gus Hakam penasaran. Permainan catur dilanjutkan lagi. Namun Gus Hakam punya strategi baru. Ia lebih meneliti langkah permainan catur Gus Dur. Hasilnya, Gus Hakam mengetahui ada langkah kuda milik Gus Dur yang nyleneh. Kuda tersebut melangkah lurus.
"Setelah saya protes, Gus Dur tertawa terpingkal-pingkal," kata Gus Hakam mengenang.
Bukan hanya satu kali saja, setiap dua saudara ini bertarung catur, 'kelicikan' itu selalu terulang. Pun demikian, dua Gus ini selalu menikmati. "Pokoknya, kalau bermain catur Gus Dur selalu 'nyolet'," tambahnya.
Gus Hakam adalah anak kandung dari KH Abdul Koliq Hasyim. Sedangkan Gus Dur merupakan anak kandung KH Abdul Wahid Hasyim. Antara Abdul Kholiq dan Abdul Wahid adalah kakak beradik.
"Jadi saya sama Gus Dur itu lebih tua Gus Dur. Jika Gus Dur lahir pada tahun 1940, saya lahir pada 1942," terang Gus Hakam menceritakan silsilah keluarganya. [beritajatim.com/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !