INILAH.COM, Jakarta - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid sangat pantas dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh negara. Gus Dur adalah orang yang berani menggusur TNI keluar dari ranah politik.
"Kendati waktunya singkat karena dilengserkan secara politik, ia yang berani menggusur peran TNI dalam politik dan bisnis," kata Ketua BP Setara Institute Hendardi kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (4/1).
Gus Dur adalah peletak dasar-dasar demokrasi yang benar pada masa Indonesia mengalami transisi politik, terutama ketika menjabat sebagai kepala negara. Hendardi menilai tokoh NU itu bukan sekedar sosok pluralis, tapi multikulturalis sejati yang dimiliki Indonesia.
"Ia pula yang menegaskan mana urusan negara dan mana urusan masyarakat, dengan membubarkan Departemen Penerangan dan Sosial. Ia yang merintis kebebasan beragama dan multikultur bisa hidup bebas berdampingan," papar Hendardi.
Maka usulan Gus Dur mendapat gelar pahlawan nasional sangat relevan. Meski telah tiada, idealisme dan ajaran-ajaran Gus Dur merupakan aset bernilai. [ikl/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !