INILAH. COM, Jakarta - Menteri Badan Usaha Negara Mustafa Abu Bakar memperkirakan akan terjadi peningkatan dividen BUMN sebesar Rp28,62 triliun. Penyumbang paling besar tetap dipegang Pertamina.
"Kita harapkan naik. Saya perkirakan dividen naik menjadi Rp25 triliun," ujarnya di Gedung Menteri Koordinator Menteri Perekonomian, Jakarta, Senin (4/1).
Sementara itu dividen pada APBN 2009 sebesar Rp26,8 triliun dan pada APBN-P dinaikkan menjadi Rp28,6 triliun. Berdasarkan data yang ada bahwa setoran dividen tahun 2009 per 31 Desember sebesar Rp28,62 triliun. Angka tersebut sesuai dengan target awal.
Dividen tersebut berasal dari BUMN non-Pertamina sebesar Rp15,54 triliun atau 4,7 % di atas target, target awal adalah Rp14,8 triliun. Dan sisanya sebesar Rp13,08 triliun berasal dari Pertamina.
Ada pun rincian dari dividen Pertamina adalah cash sebesar Rp10,47 triliun, upside DMO Rp1,72 triliun dan penyelesaian piutang PLN Rp0,90 triliun. [cms]