INILAH.COM, Ambon - Penundaan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar dari Januari ke awal Maret 2010 tidak berkaitan dengan wafatnya K.H Abdurrahman Wahid, cucu pendiri organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
"Jauh sebelum Presiden keempat RI ini meninggal dunia, sudah ada keputusan pimpinan NU di Jakarta untuk menunda muktamar antara tanggal 11 atau 12 Maret," kata Ketua Tanfiziah Dewan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Maluku, Rahman Holle di Ambon, Senin (4/1).
Menurutnya, waktu pelaksanaan muktamar ditunda atas pertimbangan kondisi cuaca di daerah itu pada Januari kurang menguntungkan. "Ini demi menjaga kenyamaman dan keselamatan seluruh perwakilan NU dari daerah lain," katanya.
Rahman Holle mengatakan, muktamar merupakan konstitusi bagi warga Nahdiyin untuk membahas program kerja lima tahun ke depan dan sekaligus melakukan pemilihan pimpinan organisasi, mulai dari Roiz Am atau dewan pembina hingga Ketua Umum Tanfiziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan anggota pengurus.
Nama kandidat yang sudah bermunculan untuk posisi Ketua Umum PBNU di antaranya DR. Kiyai Haji Hasym Muzadi, KH. Syirat, DR. KH Nasgar, Slamet Efendi Yusuf, KH. Bagja dan Kiyai Haji Salahudin Wahid.
Para pemimpin elit organisasi NU itu akan dipilih oleh sekitar 400 pengurus cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. "Para kandidat ini telah melakukan komunikasi jarak jauh dengan kami di Maluku dan minta waktu untuk sosialisasi program masing-masing secara langsung. Tapi saat ini DPW NU Maluku sedang melakukan pembenahan terhadap 12 cabang menghadapi muktamar 2010 di Makassar," katanya.
Bila pembenahan terhadap pengurus cabang Nahdlatul Ulama di Maluku sudah selesai, DPW akan mengundang para kandidat hadir ke daerah ini untuk memaparkan program memajukan NU. "Kita belum dapat menentukan figur mana yang akan dipilih. Dr. KH Hasym Muzadi yang masih menjabat Ketua Umum sudah dikenal sebagai tokoh yang mengangkat nama NU di kancah nasional maupun internasional sebagai perekat Islam," katanya.
"Tapi figur yang lain juga sudah cukup dikenal masyarakat, khususnya warga Nahdiyin, sehingga penentuan sikap 12 pengurus cabang di Kabupaten dan Kota akan ditentukan setelah mendengar sosialisasi program masing-masing kandidat," tambahnya. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !