inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Penutupan Pasar Valas

Aksi Beli Asing Angkat Rupiah

Headline
inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Asteria
Senin, 4 Januari 2010 | 18:47 WIB
INILAH.COM, Jakarta Penguatan bursa saham berimbas positif. Rupiah mencatat penguatan signifikan atas dolar AS. Aksi beli asing terhadap aset investasi mendorong capital inflow.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (4/1) melesat naik 72 poin terhadap dolar AS menjadi 9.330, ketimbang posisi akhir pekan lalu di level 9.402. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah menguat 0,6% ke 9.346 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Edwin Sinaga mengatakan, kurs rupiah terhadap dolar AS menguat, didukung aksi beli terhadap mata uang RI oleh para pelaku pasar. Kenaikan ini menyusul sentimen positif pasar modal yang ditutup menguat 41,057 poin (1,62%) ke level 2.575,413 pada perdagangan pertama 2010.
Hal ini menyebabkan nilai tukar rupiah ditutup naik ke level 9.330 per dolar AS, ujarnya. Menurutnya, sentimen positif yang terjadi sejak sesi pagi berlanjut hingga sore, sehingga posisi rupiah masih berada di bawah level Rp9.400 per dolar.
Faktor yang mendorong penguatan rupiah berasal dari investor asing yang cenderung melakukan investasi di dalam negeri ketimbang negara Asia lainnya. Mereka berinvestasi di sini, karena keuntungan yang diperoleh lebih besar, ulasnya.
Kendati demikian, Edwin berharap, kenaikan rupiah tidak terlalu cepat. Karena, penguatan mata uang yang cepat biasanya akan diikuti pelemahan yang cepat pula.
Rupiah selama 2009 mengalami peningkatan 15,07%, atau rata-rata menjadi Rp10.408 per dolar AS. Hal ini mengingat rupiah sempat menyentuh kisaran 13.000 sebelum menguat tajam ke level 9.300 per dolar AS.
Penguatan mata uang ini cukup pesat, bahkan menjadi yang tertinggi di kawasan Asia. "Ini adalah penguatan tertinggi kalau dibandingkan seluruh kawasan Asia, sementara China mengalami depresiasi sebagai persiapan Free Trade Agreement," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Senin (4/1).
Sementara itu, mata uang kawasan sebagian besar menguat terhadap dolar AS, kecuali dolar Australia yang turun 0,79% ke 0.9052, dolar New Zealand melemah 0,5% ke 0.7266, dolar Hong Kong terkoreksi 0,03% ke 7.7575 dan yuan China yang turun 0,004 ke 6.8273 per dolar AS.
Sedangkan penguatan tertinggi diraih won Korea yang melesat 0,8% ke 1154.6, dolar Taiwan yang naik 0,7% ke 31.743, ringgit Malaysia yang naik 0,6% menjadi 3.4032, rupee India yang menguat 0,5% ke 46.369, peso Filipina yang naik 0,5% ke 45.937, baht Thailand yang naik 0,4% ke 33.210, dolar Singapura yang menguat 0,32% ke 1.3992 dan ten Jepang yang naik 0,3% ke 92.750 per dolar AS. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.