Minggu, 27 Mei 2012 | 11:41 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Willy Sanjaya
January effect Akan Angkat BUMI
Oleh:
web - Selasa, 5 Januari 2010 | 09:04 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan PT Bumi Resources (BUMI) diprediksikan akan mengalami hambatan. Namun saham sejuta umat ini masih bisa bersinar akibat imbas January effect.

Hal ini diungkapkan pengamat pasar modal Willy Sanjaya. Menurutnya, pergerakan BUMI masih tetap menarik. Namun ia ragu saham kelompok Bakrie itu, pada perdagangan Selasa (5/1), akan menciptakan angka-angka yang fantastis.

Namun, karena pengaruh January effect, bulan ini BUMI bisa menembus level resistance Rp2.800, ujarnya kepada Vina Ramitha dari INILAH.COM, Senin (4/1).

Pada perdagangan Senin (4/1) kemarin, BUMI ditutup stagnan di level Rp2.425. Namun, transaksi atas emiten ini masih mendominasi pasar, dengan volume sebesar 230 ribu lembar saham, senilai Rp276 miliar dan frekuensi 3.267 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana pergerakan saham BUMI di hari kedua perdagangan?
Pergerakan BUMI masih tetap menarik, seperti yang terjadi di perdangan Senin (4/1). Meski demikian, saya ragu emiten ini akan menciptakan angka-angka yang fantastis. Seperti yang terjadi pada saham pertambangan lainnya. BUMI akan bergerak ke level resistance Rp2.525 dan level support Rp2.350.

Sentimen apa saja yang mempengaruhi saham sejuta umat ini?
BUMI sebenarnya kurang menciptakan angka yang fantastis. Kemungkinan disebabkan oleh mundurnya jadwal RUPS yang seharusnya dilakukan 7 Januari mendatang. Namun kini masih belum jelas. Ini pasti berpengaruh, karena investor sangat menantikan hasil RUPS ini.

Namun di sisi lain, semua saham pertambangan sedang mengalami kenaikan pada perdagangan pekan pertama ini. Sehingga BUMI juga akan bergerak pada teritori positif. January effect akan sangat berpengaruh ke pergerakan BUMI. Sedangkan harga harga minyak mentah dunia tidak akan terlalu mempengaruhi.

Bagaimana dengan peringatan otoritas bursa, terkait terlambatnya laporan keuangan BUMI?
Ya, keterlambatan laporan keuangan yang diumumkan awal pekan ini akan cukup mengganggu. Apalagi otoritas bursa atau BEI sudah berkata akan memberikan peringatan. Dampaknya, BUMI takkan terlalu banyak naik atau bergerak sedikit terbatas. Beruntung mereka masih tertolong oleh atraktifnya saham pertambangan lain.

Lalu apa rekomendasi Anda?
Menurut saya, bisa strong buy saja di BUMI. Sebab saham milik kelompok Bakrie ini akan membaik. Bahkan, karena pengaruh January effect, saya yakin BUMI bisa menembus level Rp2.800 di bulan pertama 2010. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.