INILAH.COM, Jakarta - Baik Hatta Radjasa dan Drajad H Wibowo telah menjaring dukungannya masing-masing di berbagai daerah. Namun jika melihat prospek, Hatta dinilai lebih mulus menduduki kursi ketum PAN.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politika Bima Arya Sugiarto di Jakarta, Senin (4/1). "Memang pemilihan partai ditentukan oleh aksetabilitas dan kapabilitas. Kapabilitas biasanya adalah yang bisa diterima oleh kader partai dan juga diterima adalah orang yang bisa mengelolah oraganisai, kalau kans saat ini pak Hatta leading di angka 70%," bebernya.
Ia mengatakan, kunci utama bagi ketum partai adalah bisa membangun partai menjadi organisasi modern. Menurut Bima, sosok ketum partai ke depan adalah seseorang yang bisa menjadi ikon baru untuk partai dan punya kapasitas dalam mengelola oraganisasi.
"Dia adalah tokoh yang punya kapasitas untuk jadi ikon baru partai dan punya kapasitas dalam mengelolah organisasi. Orang ini baik Hatta dan Drajad adalah punya ketokohan. Hatta dalam hal ini punya modal yang cukup kuat karena dia punya pengalaman di organisasi pemeritahan dan parpol yang cukup banyak," terangnya.
Mengenai kekhawatiran Hatta cenderung ke Partai Demorat, dirinya mengatakan itu tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah bisa membangun partai yang lebih modern dan tidak tergantung pada satu tokoh saja.
"Pilihan bagi partai sangat wajar apakah ada di dalam atau di luar saya kira tidak masalah yang penting bagaimana partai bisa konsisten dan membangun sistem organisasi lebih profesional kalau di luar tapi tidak bangun organissai internal saya kira tidak ada artinya," imbuh Bima.
"Kalau di luar tapi bisa mengembangkan organisasi itu bisa beda, jadi saya kira kuncinya bukan di dalam atau di luar tapi bisa bangun partai yang lebih modern dan meninggalkan karakter lama yang tergantung pada tokoh karismatik," tandas Bima. [jib]