INILAH.COM, Jakarta - Masalah pergantian abad atau Y2K bug menyerang komputer di 2010. Di hari pertama Tahun Baru, Y2K bug menyerang EFTPOS Bank of Queensland dan menjalar ke bank lain.
Masalah komputer di EFTPOS Bank of Queensland yang membuat transaksi berhenti di hari pertama Tahun Baru, menjalar ke BankWest milik Commonwealth Bank yang juga mengalami masalah serupa.
Masalah yang muncul sejak 1 Januari itu, membuat pengecer Australia harus berjuang melakukan transaksi point-of-sale. Padahal pedagang harus bergantung pada voucher yang disediakan oleh bank.
Karena ada kesalahan, terminal EFTPOS mengenali tahun 2010 sebagai 2016. Transaksi kemudian ditolak. Masalah itu berhubungan dengan pergantian abad atau apa yang disebut Y2K bug.
Kini terungkap lembaga di Australia dan lembaga keuangan internasional lainnya telah terpengaruh masalahan yang sama.
Cuscal yang terkenal dengan jaringan RediATM, juga mengalami masalah.
Seorang juru bicara BankWest juga mengatakan "sejumlah kecil" merchant mengalami hal serupa dan bekerja dengan klien untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Bank mengatakan jumlah pedagang yang terkena belum jelas. Namun, beberapa usaha perorangan mengeluh pada saat awal tahun.
Masalah itu dilaporkan telah melibatkan sejumlah sistem pembayaran elektronik di seluruh dunia, termasuk bank-bank Jerman Commerzbank dan Postbank.
Pengecer Cairns dan pedagang dari Bank of Queensland terancam rugi US$ 10.000 dari risiko bisnis transaksi EFTPOS yang gagal.
Pemilik toko mengatakan bekerja sama dengan BoQ menyelesaikan masalah itu, karena tidak dapat memproses pembayaran.
"Aku tutup lebih awal pada hari Sabtu karena kehabisan alat tulis dan tidak buka (Minggu)" katanya. "Aku mencari pilihan hukum yang ada." [ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !