INILAH.COM, Jakarta - DPP Golkar tak segan-segan menindak tegas kadernya yang mirip dengan calon Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) yang terlibat skandal rekaman video mesum. Jika terbukti, Golkar siap menganulir pencalonannya.
"Bisa saja ada tindakan pemecatan atau dikeluarkan dari pencalonan. Kalau terbukti salah tetap maju kan nggak lucu," kata Ketua DPP PG Indra Bambang Utoyo kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (5/1).
Namun, mekanisme penganuliran atau pemecatan kader dari pencalonan Pilkada tidaklah mudah. Artinya, DPP terutama DPD Golkar Kutai Kartanegara perlu menginvestigasi kebenaran video mesum itu.
"Kita ada Sekjen yang menangani itu untuk mengecek kebenaran, jadi perlu ada buktinya dulu," ujar Indra.
Dalam politik, Indra menganggap fenomena video mesum calon pejabat adalah bentuk persaingan menjelang pemilihan. Meski cara ini sangat tidak sehat dan tak mendidik, kenyataan permainan pembunuhan karakter kepada seseorang sudah 'biasa' digunakan.
"Budayanya di kita (Indonesia) kan begitu sudah biasa ada upaya pembunuhan karakter," ujar dia dengan nada heran.
Sebelumnya, video porno yang diperankan salah satu Calon Bupati Wanita itu telah beredar luas di Dunia maya. Video tersebut dibuat pada awal tahun 2000-an sempat menghebohkan tanah air dengan tittle "belum ada judul". Si pelaku video mesum tersebut sangat mirip dengan Calon Bupati Wanita itu.
Yang menguatkan kalau si wanita adalah sang Cabup adalah dalam dialog video tersebut si teman lelaki menyebutkan namanya dengan sangat jelas. Selain itu, dari beberapa kata yang diucapkan oleh wanita yang diindikasikan Cabup tersebut beberapa kali terdengar kata-kata dengan dialek daerah yang akan menggelar pemilih Bupati itu. [ikl/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !