Senin, 28 Mei 2012 | 20:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Lestarikan Semangat Gus Dur
30 Desember Hari Pluralisme
Headline
inilah.com/Dokumen
Oleh: Fidela Hasworini
web - Selasa, 5 Januari 2010 | 18:08 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Untuk melestarikan semangat Gus Dur dalam memperjuangkan kebebasan beragama di Indonesia, hari wafatnya Gus Dur diusulkan sebagai hari pluralisme.

"Kami mengusulkan tanggal meninggalnya Gus Dur, 30 desember diperingati sebagai hari pluralisme Indonesia," ungkap Direktur eksekutif international Islam and Pluralism, Syafii Anwar di Wahid Institute, Jakarta (5/1).

Saat ditanya perihal hari wafatnya yang ditetapkan bukan hari lahirnya Gus Dur. Mereka menganggap seseorang akan diketahui apa yang telah dilakukan semasa hidup, namun disaat lahir seseorang tersebut belum diketahui apa yang akan dilakukan.

"Saat bayi lahir kan kita tidak pernah tau dia mau menjadi apa, tapi kalau dia sudah meninggal kita jadi tau apa yang telah ia lakukan dan jasa-jasanya semasa hidupnya," kata tokoh agama, Frans Magnis Suseno.

Selain itu, berbagai tokoh yang tergabung dalam Komunitas Lintas Iman menganggap Gus Dur sebagai tokoh yang gigih dan tulus dalam memperjuangkan hak kaum minoritas yang sempat terdiskriminasi oleh ras, etnis, dan agama.

"Gus Dur adalah tokoh yang gigih, tulus dan tak kenal lelah dalam mempertaruhkan jiwa raganya serta berani menanggung resiko dalam memperjuangkan hak-hak kaum minoritas yang sempat menjadi korban dari diskriminasi ras, etnis, maupun agama," ujar Syafii Anwar.

Para tokoh tersebut berharap, agar pemerintah merespon positif usulan mereka yang menetapkan hari wafatnya Gus Dur sebagai hari pluralisme. Jika hal ini tidak direspon pemerintah, mereka akan mendorong kekuatan masyarakat untuk menjadikan 30 desember sebagai hari pluralisme. Hal tersebut akan mereka lakukan dengan cara mobilisasi dan mensosialisasikan hari pluralisme tersebut kepada masyarakat.

"Kalaupun usulan kami tidak direspon, kami mendorong seluruh kekuatan masyarakat untuk menjadikan 30 desember sebagai momentum bersama merayakan pluralisme dengan cara mobilisasi dan mensosialisasikan tanggal 30 desember tersebut kepada masyarakat," ucap Direktur Wahid Institute, Ahmad Suhaedi.[mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.