INILAH.COM, Jakarta - PT Garuda Indonesia mengumumkan, pihaknya masih mengkaji kemungkinan pembukaan penerbangan kembali ke Timika, menyusul kesediaan pengelola Bandara Timika untuk melayani pengisian avtur lagi.
"Kami masih mengkajinya," kata Kepala Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia, Pujobroto dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (5/1).
Pujobroto mengaku, pada hari ini (5/1), pihaknya telah menerima surat dari Kepala Bandara Timika yang menyatakan bahwa Bandara Timika akan melayani kembali pengisian bahan bakar avtur untuk pesawat Garuda.
Namun, kata Pujo, pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu menyangkut pelayanan penerbangannya ke Timika, mengingat masih perlu dilaksanakannya penyelesaian aspek administratif dan pasokan bahan bakar yang disediakan hanya sebanyak 9000 liter per hari.
Sesuai dengan ketentuan IOSA (IATA Operational Safety Audit) yakni sertifikasi keselamatan penerbangan internasional mensyaratkan bahwa selain bahan bakar yang diperlukan untuk menerbangi suatu rute tertentu Garuda juga harus memastikan tersedianya bahan bakar cadangan.
Bahan bakar cadangan yang harus diangkut tersebut, kata Pujo, sangat diperlukan apabila pesawat harus melakukan holding yakni berputar dahulu sebelum melakukan pendaratan atau apabila pesawat sampai harus mengalihkan tempat pendaratannya.
Kebutuhan bahan bakar yang cukup juga sangat diperlukan berkaitan dengan kondisi cuaca di berbagai daerah atau kota tujuan yang sering tidak menentu saat ini.
"Singkat kata, dengan kondisi itu, sangat diperlukan kepastian tersedianya bahan bakar jenis avtur yang cukup," katanya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !