INILAH.COM, Jakarta - Desakan pembersihan nama baik mantan Presiden RI Abdurahman Wahid alias Gus Dur terus bergulir. Seperti yang disuarakan Kelompok Lintas Iman.
"Hal penting yang harus dilakukan sebelum memberikan gelar Pahlawan Nasional adalah perlunya melakukan pembersihan nama baik Gus Dur, terutama terkait dengan kasus Buloggate dan Bruneigate yang dijadikan alasan lawan-lawan politiknya untuk menjatuhkan Gus Dur dari kursi kepresidenan. Hingga kini, Gus Dur tidak terbukti melakukan hal tersebut," kata Ahmad Syafii Ma'arif.
Hal tersebut ia sampaikan yang merupakan perwakilan Kelompok Lintas Iman di Jakarta, Selasa (5/1). Mereka menilai Gus Dur adalah putra terbaik bangsa yang mengabdikan hidupnya di negeri ini untuk penegakan pluralisme, demokrasi, dan humanisme di Indonesia.
Gus Dur, dianggap mantan Ketua PP Muhammadiyah ini, berani menanggung risiko dalam memperjuangkan hak-hak kaum minoritas serta orang-orang yang terpinggirkan dan menjadi korban. Baik dari diskriminasi ras, etnis, maupun agama.
Komunitas Lintas Iman, yang terdiri dari beberapa tokoh lintas agama menyatakan mendukung pemberian gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !