INILAH.COM, Jakarta - PT Hanson International Tbk (MYRX) tidak lagi melakukan perdagangan dan pertambangan batubara lantaran keterbatasan modal kerja dan investasi.
Demikian disampaikan Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Hanson Rony Agung Susesno kepada BEI, Selasa (5/1). Ia mengungkapkan, sebelumnya ada calon investor yang akan mendanai rencana itu, namun mengurungkan niatnya dikarenakan harga batubara yang semakin menurun di akhir tahun sehingga perseroan tidak lagi mencapai kata sepakat.
Untuk itu, lanjutnya, perseroan akan terus konsentrasi pada produksi tabung gas dengan kualitas tinggi seperti PT Apinus Rama sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lain. Hal ini dikarenakan standat dan ukalitas mutunya sudah memenuhi spesifikasi yang diwajibkan oleh Pertamina.
"Sedangkan untuk produk dari China atau yang banyak lain tidak memperhatikan standar seperti itu," tegas Rony.
Memang, diaakuinya, akuisisi yang rencananya dilakukan perseroan atas Apinus ini masih dalam tahap negosiasi dengan pemegang sahan pengendali Apinus dan menunggu hasil dari penilai yang akan memberikan pendapat. Perseroan akan segera mengumumkannya kepada publik jika sudah ada kata sepakat.
Perseroan optimis prospek tabung gas kedepan masih menjanjikan karena permintaan sangat besar malah lebih besar ketimbang suplai yang dilakukan pabrik-pabrik di seluruh Indonesia sitmabah ladi dengan perseroan berencana untuk menambah usaha pada pengisian gas atau refill gas. [san/cms]