INILAH.COM, Jakarta - Tidak hanya menjadikan sebagai pahlawan nasional dan nama jalan. Hari meninggalnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid juga diusulkan sebagai hari Pluralisme.
"Untuk melestarikan semangat dan perjuangan Gus Dur, kami Komunitas Lintas Iman mengusulkan tanggal meninggalnya Gus Dur, 30 Desember, diperingati sebagai hari pluralisme Indonesia," imbuh perwakilan Kelompok Lintas Iman, Ahmad Syafii Ma'arif, di Jakarta, Selasa (5/1).
Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini mengatakan, pihaknya akan sangat menghargai jika pemerintah menyambut usulan tersebut. Kalaupun usulan tersebut tidak diterima, mereka akan mendorong seluruh kekuatan masyarakat untuk menjadikan tanggal tersebut sebagai hari pluralisme.
Sedangkan menurut Romo Benny Susetyo, dengan adaanya usulan pemberian gelar pahlawan kepada yang diberikan kepada Gus Dur nantinya, hal itu secara otomatis akan memperbaiki nama baiknya.
"Gus Dur harus dibersihkan nama baiknya karena bersalah atau tidaknya tidak bisa dibuktikan. Dengan gelar pahlawan, otomatis Gus Dur akan diperbaiki nama baiknya," tandas Benny. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !