INILAH.COM, Jakarta - Berbagai tokoh masyarakat tergabung dalam Komunitas Lintas Iman meminta Presiden SBY agar nama Gus Dur dipulihkan dari kasus Buloggate dan Bruneigate yang melengserkannya dari kursi presiden.
"Hal penting yang harus dilakukan yakni perlunya membersihkan Gus Dur terutama terkait kasus Buloggate dan Bruneigate yang dijadikan alasan lawan politiknya untuk menjatuhkan Gus Dur dari Kursi Keprisidenan," ujar perwakilan tokoh Komunitas Lintas Iman, Syafii Anwar di Wahid Institute, Jakarta, selasa (5/1).
Terkait dengan pemulihan nama baik, mereka meminta agar Presiden SBY mengklarifikasi atas kasus Gus Dur terkait Bullogate dan Bruneigate yang sampai saat ini tidak terbukti kebenarannya. Hal ini dilakukan agar pemberian gelar kepahlawanan kepada Gus Dur tidak terjegal oleh kasus tersebut yang belum diklarifikasi kebenarannya.
"Itu kewajiban negara untuk membersihkan nama Gus Dur dan sebaiknya presiden memberikan klarifikasi atas kasus Bullogate dan Bruneigate tersebut. Dikhawatirkan pemberian gelar kepahlawanan kepada Gus Dur akan terjegal oleh isu yang belum diklarifiksi kebenarannya," timpal tokoh agama, Romo Benny Susetyo.
Mereka mengharapkan usulan pemulihan nama baik dan pemberian gelar kepahlawanan nasional kepada Gus Dur dapat menginspirasi masyarakat untuk melanjutkan perjuangannya dalam menjaga pluralisme dan kebhinekaan negara Indonesia.
"Kami memandang tantangan pluralisme dan kebhinekaan Indonesia akan semakin berat dengan meninggalnya Gus Dur. Namun dengan pemulihan nama baik dan pemberian gelar kepahlawanan pada beliau dapat menginspirasi kita untuk tetap melanjutkan perjuangannya," tambah Direktur Utama Wahid Institute, Ahmad Suhaedi. [mut]