Sabtu, 26 Mei 2012 | 19:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bursa Asia Semarak di Awal Tahun
Headline
istimewa
Oleh: Asteria
web - Selasa, 5 Januari 2010 | 20:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta Bursa Asia yang didominasi penguatan, mengangkat indeks MSCI Asia Pacific ke level tertinggi dalam 16 bulan terakhir. Hal ini dipicu kenaikan harga komoditas dan penguatan data manufaktur AS yang naik tercepat lebih dari tiga tahun terakhir.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 1,1% menjadi 123,30, level tertinggi sejak 29 Agustus 2008. Indeks ini menguat 34% sepanjang 2009, seiring rendahnya suku bunga acuan dan kucuran stimulus yang memulihkan ekonomi global keluar dari pelambatan terburuk sejak Perang Dunia II.
Semua yang kita lakukan tahun lalu bertujuan agar ekonomi lebih baik, ujar Naoki Fujiwara, Chief Fund Manager di Shinkin Asset Management Co.,Tokyo. Tahun ini, Saya berharap melihat pemulihan ekonomi yang dapat mendongkrak permintaan. Hal ini akan dikonfimasikan dengan membaiknya pendapatan perseroan.
Bursa di seluruh dunia mengalami rally atas indikasi pemulihan ekonomi dari krisis kredit. Indeks MSCI Asia Pacific pada 2009 meraih keuntungan sebesar 23% oleh S&P 500 dan 28% untuk indeks Dow Jones Stoxx 600 Eropa.
Saham-saham di indeks MSCI Asia saat ini rata-rata mempunyai nilai sebesar 20 kali dari estimasi pendapatan. Bandingkan dengan 18 kali untuk S&P dan 13 kali untuk Stoxx.
Sektor manufaktur AS tumbuh dalam fase tercepat lebih dari tiga tahun terakhir, yang menjadi ekspansi beruntun 5 bulan terakhir. Indeks manufaktur Institute of Supply Management, naik ke 55.9 di Desember dari 53.6 di November, tertinggi sejak April 2006, ketika indeks berada di 56.
Adapun hasil di atas 50 mengindikasikan adanya ekspansi. Data ISM ini memberikan indikasi membaiknya sektor manufaktur, dengan indeks ketenagakerjaannya naik ke 52.0 dari 50.8 dan orders baru naik ke 65.6 dari 60.3.
Indeks Nikkei 225 di Tokyo hari ini ditutup naik 27,04 poin (0,3%) ke level 10.681,83, jauh di atas level tertingginya 10.791,04. Hal ini seiring pelemahan dolar di 92,00 terhadap yen. Nikkei mengalami trading tertinggi sejak 6 Oktober 2008. Sedangkan indeks Topix naik 3,82 poin, atau 0,4%, menjadi 919,57.
Kenaikan harga komoditas mengangkat saham pengembang energi Inpex sebesar 1,8% menjadi Y728,000 dan pedagang Mitsubishi Corp naik 2,5% ke Y2,376, seiring kenaikan harga minyak mentah berjangka US$2,15 ke US$81,51, sementara emas berjangka naik US$22,10 menjadi US$1,118.30.
Di New York, harga minyak mentah pengiriman February naik 2,7% ke level US$81,51 per barel, penutupan tertinggi sejak Oktober 2008. Kenaikan harga minyak dipicu datangnya musim dingin dan naiknya permintaan minyak seiring pemulihan ekonomi global. Harga emas naik 2% ke level tertinggi dalam 2 bulan dan harga tembaga futures untuk pengiriman Maret naik 1,8%.
Indeks KLCI di FTSE Malaysia naik 1%, ditutup di level tertingginya sejak Mei 2008. Sementara indeks Hang Seng di Hong Kong naik 456,30 poin (2,1%) pada level 22.279,58.
Saham Hutchison Whampoa naik untuk sesi keenam, sebesar 4,1% menjadi HK$56,25 atas aksi beli saham Ketua Li Ka-shing. Cnooc naik 5,7% ke level HK$12,94, diikuti PetroChina yang naik 5,9% menjadi HK$9,84 setelah harga minyak mentah dunia naik 2,7%. Chalco naik 9,1% ke HK$9,49 setelah harga aluminium naik 5,7%.
Sedangkan indeks komposit Shanghai naik 1,2% ke 3.282,18. Analis Goldman Sachs Group Inc. mengatakan, bursa saham China diperkirakan akan rally selama kuartal pertama 2010, didukung kebijakan pemerintahnya.
Ekspektasi diperbolehkannya margin trading dan short selling, mengangkat saham sekuritas. Citic Securities naik 4,9% ke CNY32,82 dan Everbright Securities mencapai 10% limit harian pada CNY27,24. "Pendapatan perusahaan sekuritas akan tumbuh jika regulator menyetujui bisnis baru seperti itu," kata Li Bin, seorang analis di Guolian Securities.
Investor masih mencermati apakah pinjaman yuan baru pada Januari, akan mengalahkan ekspektasi dan terus meningkatkan pemulihan ekonomi negara. "Mereka akan kecewa jika pinjaman yuan baru lebih rendah dari CNY1 triliun pada bulan Januari," kata Jacky Zhang, seorang analis di Capital Securities. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.