Sabtu, 26 Mei 2012 | 15:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Hatta Rajasa
PAN dan Golkar Jelas Beda!
Headline
Hatta Rajasa - inilah.com /Agung Rajasa
Oleh:
web - Rabu, 6 Januari 2010 | 03:51 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) pada 7-8 Januari mendatang akan menggelar kongres di Batam. Sejumlah nama siap maju menjadi kandidat Ketua Umum di antaranya Hatta Rajasa.
Sebagaimana diketahui, Hatta Rajasa dalam pemerintahan SBY-Boediono memiliki posisi khusus. Selain ditunjuk sebagai Menko Perekonomian di KIB II, Hatta Rajasa dalam Pemilu 2009 lalu sukses menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono.
Terkait pencalonannya, sebagai Ketua Umum DPP PAN, beberapa pihak di internal khawatir jika Hatta Rajasa terpilih, posisi PAN akan menjadi subordinat dengan Partai Demokrat. Sehingga apa yang dialami Partai Golkar bisa terjadi juga di PAN. Namun, Hatta Rajasa menepis spekulasi dan kekhawatiran yang muncul.
Menurut dia, antara PAN dan Partai Golkar memiliki perbedaan. PAN dan Partai Golkar beda, cetusnya kepada wartawan termasuk R Ferdian Andi R dari INILAH.COM, di sela-sela penganugerahan Charta Politika Award 2009, di Jakarta, Senin (4/1) malam. Berikut wawancara lengkapnya terkait Kongres PAN:
Bagaimana kans Anda untuk terpilih dalam Kongres PAN di Batam?
Ya tentu, partai itu akan hidup jika ada kompetisi yang sehat. Jadi kompetisi itu adalah bagaian daripada sehatnya sebuah partai politik.
Bagaimana dengan kehkawatiran banyak kalangan, jika Anda terpilih sebagai Ketua Umum DPP PAN, maka posisi PAN akan menjadi subordinat Partai Demokrat?
Saya katakan, kritis itu adalah karakter dan sikap. Manusia itu selalu ingin kritis dalam menyikapi apapun atas pilihannya yang ada. Tetapi di saat mengkritisi sesuatu, maka dia harus siap memberikan solusi. Kalau kira-kira tidak baik, apa solusinya, berikan itu. Jadi menurut saya seperti itu.
Artinya kekhawatiran seperti itu tidak beralasan jika Anda terpilih menjadi Ketua Umum DPP PAN?
Saya kira untuk menjadi kritis, tidak perlu menjadi oposisi. Kalau kita beroposisi dulu baru repot.
Bagaimana dengan pengalaman Partai Golkar saat Ketua Umumnya Jusuf Kalla menjadi Wapres. Dalam Pemilu 2009 suara Partai Golkar jatuh tergerus oleh Partai Demokrat. Apakah Anda tidak khawatir itu terjadi di PAN?
PAN beda. Golkar ya Golkar.
Bagaimana dengan posisi Pak Amien Rais dalam Kongres PAN mendatang dua anaknya berbeda. Dukungan Mumtaz Rais ke Anda sedangkan Hanafi Rais ke Drajad H Wibowo?
Beliau netral. Soal dukungan Mumtaz Rais, kan mendukung saya, Hanafi Rais mendukung Drajad H Wibowo. Tidak apa-apa, namanya demokrasi. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.