INILAH.COM, Jakarta - Ada satu agenda Partai Golkar yang hingga kini masih tertunda, yakni meloloskan nama mantan Presiden Soeharto meraih gelar Pahlawan Nasional.
Obsesi masa lalu ini dimanfaatkan Golkar pasca meninggalnya Gus Dur sepekan yang lalu, apa ini berarti Golkar menunggangi kematian Gus Dur?
"Memang ungkapan yang paling lugas adalah Golkar menunggangi kematian Gus Dur untuk memperoleh gelar pahlawan bagi Soeharto," kata peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanudin Muhtadi kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (6/1).
Burhan menambahkan Golkar sedang memanfaatkan gelombang simpati dan momentum kepergian Gus Dur. Namun hal ini dianggap sia-sia dan tak berimbas apapun, karena resistensi publik terhadap Soeharto terlampau tinggi.
"Untuk menjadikan Soehato meraih gelar pahlawan kendalanya sangat besar. Persepsi masyarakat tentang Soeharto masih mengarah kepada gaya kepemimpinannya yang otoriter selama 32 tahun, korupsi dan sebagainya. Apalagi kasus-kasus yang melibatkannya tak ada penyelesaian hukum satu pun," imbuh Burhanudin.
Selain itu Burhanudin pun menganggap Golkar masih harus terus menunggu untuk mewujudkan obsesinya, agar Soeharto mendapat gelar pahlawan. Sebab, SBY dinilainya akan sulit setuju. "Persepsi publik tentang Soeharto tak lain karena Soeharto dianggap telah mewarisi segala bentuk hal yang buruk kepada bangsa," pungkasnya. [bar]