INILAH.COM, Jakarta Banyak faktor positif yang akan mendongkrak saham BUMI pada Rabu (6/1). Namun, untuk menjadi up-trend, ada beberapa level resistance yang harus dilampaui. Muhammad Alfatih, analis BNI Securities mengatakan potensi penguatan saham
BUMI hari ini karena beberapa faktor. Salah satunya adalah harapan investor atas saham sejuta umat ini, seiring kenaikan harga minyak dunia ke level US$81 per barel

.
Namun, untuk jangka menengah, kenaikan BUMI masih perlu diwaspadai karena emiten ini ternyata masih berada dalam
down trend. Meksipun dua pekan terakhir sudah terjadi
sideways, namun potensi
up trend masih harus menunggu beberapa level
resistance dilampaui. Ia pun menyarankan mecermati level 2.600.
Koreksi di bawah level
supportRp2.600, menunjukkan berlanjutnya pergerakan
sideways BUMI dan menunda terjadinya
up trend, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Selasa (5/1) saham BUMI ditutup menguat Rp250 (10,3%) menjadi Rp2.675, dengan intraday Rp2.700 dan Rp2.475. Sedangkan volume transaksi mencapai 658,8 juta unit saham senilai Rp1,7 triliun dan frekuensi 16.656 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah kemarin menguat tajam di atas 10%, apakah BUMI masih akan melanjutkan penguatan hari ini?Saya kira BUMI masih akan menguat karena beberapa faktor. Membeli saham BUMI adalah membeli harapan. Harapan investor atas saham ini muncul seiring kenaikan harga minyak dunia ke level US$81 per barel. Hal ini memicu harga-harga komoditas lain cenderung naik, seperti batu bara dan harga energi lainnya. Semua itu menjadi sentimen positif bagi saham ini.
Bagaimana dengan sentimen market?Positifnya pergerakan indeks regional dan penguatan nilai tukar rupiah yang menembus 9.300, turut menopang penguatan BUMI. Di sisi lain, pengalihan utang perseroan terhadap CIC (
China Invesment Corporation) menjadi saham, juga berpengaruh positif.
Di sisi lain, asing masih banyak yang masuk ke pasar domestik dan melirik BUMI.
Sekarang sedang terjadi perubahan sistem psikologis yang tadinya negatif menjadi positif. Sebelumnya, terjadi tren penurunan dalam tiga bulan terakhir, sehingga
sideways. Tapi sekarang berubah menjadi positif sehingga berpotensi
up trend.
Akan bergerak di kisaran berapa?BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.800-2.900 dan Rp2.600 sebagai level
support-nya.
Bagaimana sentimen penurunan laba BUMI 26,5% pada kuartal tiga 2009?Itu sudah tercermin dalam pergerakan saham BUMI selama tiga bulan terakhir. Karena itulah secara umum saham ini akan menguat. Namun, untuk jangka menengah, kenaikan BUMI saat ini perlu diwaspadai. Sebab, melihat pergerakan beberapa bulan terakhir, ternyata BUMI masih berada dalam
down trend. Meksipun dalam dua pekan terakhir sudah terjadi
sideways sehingga ada potensi berbalik arah menjadi
up trend. Untuk menjadi
up-trend pun, masih ada beberapa level
resistance yang harus dilampaui.
Lantas, apa rekomendasi Anda?Untuk jangka pendek, saya rekomendasikan
buy. Dan
speculative buy untuk jangka menengah, dengan memperhatikan level
support dan
resistance tadi. Koreksi di bawah level
supportRp2.600, menunjukkan berlanjutnya pergerakan
sideways BUMI dan menunda terjadinya
up trend. Jika itu yang terjadi, tergantung preferensi invstor terhadap risiko dan juga
time prime yang dimilikinya.
Saya sarankan investor jangka pendek agar menjual sahamnya terlebih dahulu, jika BUMI menembus level
support Rp2.600. Untuk investor jangka pendek-menengah, disarankan menghindar terlebih dahulu dari saham BUMI atau
switching ke emiten lain.
Tapi, jika masih berada di atas Rp2.600, menandakan BUMI berpotensi memasuki pola
up trend. Kalaupun terjadi koreksi, merupakan koreksi biasa dan wajar. Bagi yang berorientasi jangka panjang tidak menjadi masalah membeli saham BUMI, meski tembus level
support-nya karena dari sisi fundamental, saham ini masih memiliki prospek. [jin/ast]