INILAH.COM, Jakarta - Mantan Deputi Gubernur BI Maulana Ibrahim menyampaikan catatan yang sengaja dipotong Direktur Perektorat Pengawasan Perbankan I Anton Tarihoran terkait merger Bank Century ke Pansus Century.
"Saya berpendapat kalau merger ketiga bank ini mutlak dilakukan sehingga lebih cepat lebih baik dengan jadwal yang harus ditepati," ujar Maulana dalam catatannya tersebut.
Sementara oleh Sabar Anton Tarihoran surat tersebut diartikan langsung sebagai memo untuk segera melakukan merger tiga bank, Bank CIC, Piko, dan Danpac.
Sebelumnya pada sidang dengan pansus Century, mantan Deputi BI Maulana mengatakan ada sebagian dari catatan probadinya yang sengaja dipotong Anton.
Sementara Hendrawan Supratikno angota Pansus fraksi PDI-P mengakui kalau Anton sedikit salah mengutip catatan Maulana, dan memang ada yang dipotong.
Adapun catatan yang tidak dibacakan oleh Anton adalah terkait, 'Bank Indonesia jangan bersikap menunggu, menentukan waktu yang harus ditaati'. [cms]