INILAH.COM, Sanaa - Setelah AS, Inggris dan Prancis kembali membuka Kedubes mereka di ibukota Yaman, Sanaa. Sebelumnya, mereka tutup karena khawatir ancaman Al Qaeda.
Kedubes kedua negara Eropa itu kembali dibuka pada Rabu (6/1). Keduanya menutup aktivitas diplomatik pada Minggu (3/1), beberapa jam setelah AS melakukan hal serupa. Namun begitu, Kedubes Inggris masih menutup layanan konsulernya.
Kedubes AS telah dibuka kembali Selasa (5/1), setelah ditutup selama dua hari. Hal ini dipicu ancaman Al Qaeda pasca percobaan peledakan Northwest Airlines pada Natal 2009 di Detroit, AS. Pembukaan kedubes dilakukan setelah pemerintah Yaman memperketat keamanan.
Depdagri Yaman mengatakan, semua misi asing dan kepentingan mereka dalam keadaan aman, dan menandaskan bahwa pihaknya telah memperkuat tindakan keamanan di sekitar kedutaan dan kediaman orang asing.
Barat mulai mengkhawatirkan Yaman menjadi tempat persembunyian yang aman bagi kelompok-kelompok teroris. Apalagi pelaku percobaan peledakan Northwest, Umar Farouk Abdulmutallab (23) pernah mendapatkan pelatihan di negara miskin itu. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !