INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan pencapaian cadangan devisa hingga US$100 miliar tidak akan tercapai dalam waktu dekat.
"Cadangan devisa sampai 100 miliar dolar bisa dicapai tapi tidak tahun ini" ujar Plt. Gubernur BI, Darmin Nasution, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (6/1).
Penyebabnya, kata dia, untuk membuat cadangan devisa yang besar diperlukan dana yang cukup besar pula untuk membeli dan mengintervensi valas. "Ada biayanya, BI harus membeli valas, ada biaya yang harus dipikul" jelasnya.
Meski demikian, kata Darmin, posisi cadangan devisa Indonesia pada 2009 sudah meningkat lebih besar di banding tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan ini sekitar US$12
miliar, posisi per akhir Desember 2009 sebesar US$66,1 miliar. Sedangkan, akhir tahun ini diperkirakan naik US$ 10 miliar menjadi US$76 miliar.
"Tahun ini meningkat, tapi lebih kecil karena biasanya dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan impor
selalu lebih cepat," katanya.
Namun Darmin mengakui cadangan devisa Indonesia memang sudah selayaknya besar. Karena dengan besarnya cadangan devisa, itu akan memberikan kemampuan yang lebih besar bagi Indonesia untuk mengintervensi kalau ada perkembangan di luar yang tidak diinginkan pemerintah. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !