INILAH.COM, Jakarta - Sebuah game online popular yang menampilkan penyihir dan monster membantu penegakan hukum di AS membekuk buronan pengedar obat bius. Banyak kejahatan dunia nyata berhasil diselesaikan dengan bantuan situs online.
Saya menaruh informasi yang diperoleh dan terus berusaha mencari bukti dan suatu saat saya mendapatkan informasi tambahan bahwa pria ini adalah pemain langganan dalam sebuah sistem game online yang berhubungan dengan perang dan sihir, ujar Deputi Sheriff Matt Roberson dari kepolisian Kokomo, sebuah kota kecil di barat negara bagian Indiana, sekitar 160 km tenggara Chicago.
Saya mendapatkan deskripsi bahwa dia sedang memainkan World of Warcraft. Saya
tahu sebab dia terbiasa memainkan game tersebut, ujar Roberson.
Blizzard Entertainmen, perusahaan yang mengembangkan dan mempublikasikan World of Warcraft beberapa bulan kemudian mengirim informasi pada deputi Matt Roberson tentang Hightower, termasuk alamat internet protokol buronan tersebut.
Saya masuk ke alamat internet protokol tersebut dan akhirnya mampu menemukan lokasi pria tersebut di Ottawa Kanada, ujar Roberson.
Polisi Amerika Serikat kemudian menghubungi rekan kerjanya di Kanada dan Alfred Hightower akhirnya ditahan dan dideportasi ke Amerika Serikat. Jika terbukti, maka dia akan menghadapi hukuman penjara 10 tahun.
New York Post pada bulan Desember melaporkan polisi berhasil menangkap pencuri, setelah seorang anak melaporkan bahwa Xboxnya dicuri dan diketahui seseorang bermain game online dengan konsol game miliknya.
Orang tua anak tersebut kemudian melapokan kepada pihak kepolisian dan ketika dilacak menuju ke sebuah rumah di Bronx di mana tersangka berhasil ditahan.
Polisi di New Zealand tahun lalu juga berhasil menahan seorang pria yang mencoba menerobos keamanan sebuah pub, setelah memposting wajahnya yang berhasil direkam melalui CCTV dan dimuat di Facebook.
Di Massachussets tahun lalu, seorang petugas polisi dan pemadam kebakaran menggunakan ponsel gadis muda dan Google Streetview untuk melacak keberadaan gadis muda setelah diambil oleh neneknya dari pengasuh resminya.
Gadis muda dan neneknya ditemukan di sebuah motel di Virgina, sekitar 10 jam perjalanan dari Massachusetts. Akhirnya neneknya ditahan dan gadis tersebut dikembalikan ke pengasuh sahnya di Massachusetts.[ito]