inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Mesir-Gaza Baku Tembak, 1 Polisi Tewas

Headline
Oleh:
Kamis, 7 Januari 2010 | 15:35 WIB
INILAH.COM, Rafah - Baku tembak lintas perbatasan menewaskan seorang polisi Mesir dan mencederai lima warga Palestina. Insiden ini terjadi setelah para pemuda melemparkan batu ke pagar perbatasan ketika protes di Gaza.

Polisi berusia 21 tahun, demikian dilaporkan AFP, Kamis (7/1), meninggal di rumah sakit kota perbatasan Rafah akibat luka-luka yang dialaminya. Pihak medis mengatakan lima warga Palestina luka parah akibat terkena peluru.

Saksi mata di Gaza menuturkan baku tembak terjadi di perbatasan. Polisi Mesir melepaskan tembakan setelah sekitar 200 pemuda Palestina melemparkan batu-batu ke mereka. Seorang pejabat keamanan Mesir mengatakan sembilan polisi luka ringan akibat kena lemparan batu.

Lima belas warga Palestina cedera ketika para petugas keamanan Hamas yang menggunakan tongkat dan gas air mata melepaskan tembakan ke udarauntuk membubarkan para pelempar batu itu.

Insiden terjadi setelah sebuah unjuk rasa yang diserukan para penguasa Hamas yang menguasai Gaza memprotes tindakan Mesir. Negara piramida itu membangun perintang bawah tanah guna bertujuan mencegah penyelundupan melalui terowongan-terowongan lintas perbatasan.

Mesir mengerahkan ratusan personil keamanan untuk memperkuat penjagaan di perbatasan. Serta truk-truk pemadam kebakaran dan ambulans karena khawatir pihak Palestina mungkin akan berusaha menerobos perbatasan itu dalam protes tersebut. Hamas menyesalkan terjadinya insiden.

Kami tidak ingin meningkatkan ketegangan di perbatasan itu, kata Jubir Hamas Sami Abu Zuhri. Ia mengatakan protes itu akibat kemarahan warga Gaza atas keputusan Mesir untuk membangun perintang bawah tanah. Ratusan pengunjuk rasa membawa bendera Hamas berwarna hijau dan meneriakkan Allahu Akbar.

Israel dan Mesir memblokade Gaza sejak Hamas menguasai wilayah pesisir tersebut pada 2007 setelah mengusir pasukan yang setia pada Presiden Mahmud Abbas yang didukung Barat. Ratusan terowongan sejak itu digunakan untuk menyelundupkan senjata dan barang kebutuhan pokok. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.