INILAH.COM, Seoul Samsung Electronics boleh terus berbangga. Perusahaan terbesar Korea Selatan ini mencatatkan pertumbuhan baik di 2009 dan meningkatkan estimasi 2010.
Permintaan untuk televisi, panel LCD, dan chip Samsung masih sehat. Hal ini makin meningkat, apalagi mendekati tahun baru China, ujar Chief Fund Manager Ichiyoshi Investment Management di Tokyo, Mitsushige Akino, seperti dilansir CNBC, Kamis (7/1).
Perusahaan yang valuasinya mencapai US$109 miliar ini membuat catatan yang baik pada 2009. Namun mereka masih mengkhawatirkan menguatnya kompetisi. Serta penguatan won yang melemahkan harga produk Samsung.
Pesaing mereka dari Jepang, Sony Corp., mulai menggiatkan divisi televisi LCD untuk mencuri pangsa pasar. Sementara di bisnis smartphone, Samsung mendapatkan persaingan ketat dari vendor Amerika, Apple Inc.
Untuk handset dan peralatan rumah tangga, Samsung akan kesulitan menghindari penguatan won. Biaya pemasaran dan promosi yang meningkat demi persaingan akan membuat marjin mereka turun, kata analis Hana Daetoo Securities, Lee Jeong.
Penjualan televisi layar datar yang cukup baik, sangat penting bagi Samsung. Apalagi perusahaan ini merupakan produsen panel LCD dan set televisi terbesar dunia. Kekurangan bahan mentah membuat harga LCD tetap tinggi. Sementara Samsung menobatkan diri mereka sebagai leader di televisi LCD premium yang menggunakan LED.
Di pasar televisi, persaingan dengan Jepang akan meningkat tahun ini. Tentunya, marjin Samsung akan tertekan. Namun begitu, dalam kondisi pertumbuhan seperti saat ini, Samsung akan tetap menjadi nomor satu. Tren masih mendukung perusahaan ini, kata analis Dashin Securities, John Park.
Samsung baru saja merilis target ambisus penjualan televisi layar datar. Yakni hingga 30% dibandingkan penjualan 2009. Sementara net profit Samsung diprediksikan meningkat ke 12,49 triliun won. Prediksi sebelumnya yang dibuat tahun lalu oleh Thomson Reuters, hanya 9,64 triliun won.
Dua bulan lalu, konsensus 2010 memprediksikan net profit sebesar 12,27 triliun won. Saham Samsung melesat hingga 77% tahun lalu, dengan gain hingga 50% di pasar.
Prediksi awal Samsung untuk profit operasional kuartal empat 2009 sebesar 3,7 triliun won. Thomson Reuters memprediksikan 3,54 triliun won. Kisaran profit pada 3,5-3,9 triliun ini jauh lebih baik ketimbang kerugian sebesar 0,74 triliun won pada kuartal empat 2008. Meski demikian, masih lebih kecil ketimbang profit kuartal tiga 2009, 4,23 triliun won.
Samsung memprediksikan penjualan kuartal empat 2009 pada 39 triliun won. Jumlah itu merupakan rekor, dalam kisaran 38.40 won. Laporan keuangan kuartal empat 2009 akan keluar secepatnya bulan ini. [ast]