INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah memperkirakan harga saham penawaran perdana kepada publik (IPO) PT Pembangunan Perumahan (Persero) berkisar Rp530-Rp900 per lembar.
"Range harga pada kisaran Rp530-Rp900 per lembar," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/1).
Menurut Mustafa, perkiraan harga saham dari 20 persen porsi yang akan dilepas ke publik tersebut sudah melalui hasil kajian dari konsultan.
Dalam proses pembentukan harga atau book building perseroan akan melakukan roadshow. Perusahaan berencana akan roadshow ke sejumlah wilayah di Indonesia, Hong Kong dan Singapura. "Dengan roadshow akan diketahui kecenderungan harga saham IPO," katanya.
Menteri Mustafa menambahkan, target dana yang diperoleh dari IPO tersebut berkisar Rp800 miliar - Rp1 triliun.
Sebelumnya, Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa dan Usaha Lainnya Muchayat, memperkirakan price to earning ratio (PER) dari pelepasan saham ke publik tersebut mencapai 15-16 kali. "PER kami perkirakan bisa mencapai 15-16 kali," kata Muchayat.
Menurutnya, kisaran PER tersebut bisa diterima investor karena didukung kinerja perusahaan yang sudah makin bagus. Muchayat mengutarakan, antusias investor cukup tinggi tercermin dari minat sejumlah perusahaan asuransi dan dana pensiun yang siap menyerap IPO PP.
Komitmen beli dari investor institusi tersebut mencapai Rp400 miliar, dari total saham IPO perusahaan yang bergerak pada bidang usaha jasa konstruksi, developer, dan properti itu. "Alokasi untuk investor lokal mencapai 80 persen, sisanya untuk pemodal asing," tegasnya. [*/cms]