INILAH.COM, Jakarta - Perusahaan lembaga keuangan asing Marque Assets Capital Inc kini menjadi penguasa di induk usaha Bakrie, PT Bakrie&Brother Tbk (BNBR). Marque Assets menguasai 28,67 waran BNBR.
Berdasarkan BAE PT Edi Indonesia tertanggal 31 Desemebr 2009, Marque Asset menguasai 1.353.197.190 lembar saham setara dengan 5,33%, sedangkan PT Bakrie Capital Indonesai hanya memiliki 726.461.928 lembar saham setara dengan 15,39%.
Bakrie Capital pun masih kalah dengan Long Haul Holdings Ltd yang mengumpulkan 937.368.315 lembar saham setara dengan 19,86%. Merasa tak mau kalah, PT Pioneer Investments pun tak mau kalah, Pioneer ini menguasai waran lebih banyak daripada Bakrie Capital yakni 752.477.457 lembar saham setara dengan 15,94%.
Berarti, jumlah kepemilikan waran BNBR sebanyak 3.769.404.890 setara dengan 79,86% pada posisi 31 Desemebr 2009.
Namun, untuk kepemilikan saham BNBR hanya dikuasai oleh dua lembaga keuangan asing, yakni Mellon S/A Cundill Recovery FD sebanyak 5 miliar lembar saham atau setara dengan 5,33% dan CS AG (Spore) S/A LHHL-BNBR yang juga menguasai saham BTEL memiliki 20.251.500.000 lembar saham setara dengan 26,61%.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut berdasarkan data BEI, Bakrie Capital menguasai 21,30% pada posisi April 2008, Mellon menguasai lebih kecil, yakni 5,31% pada Desember 2009, Long Haul pun sedikit lebih banyak 21,34% pada posisi Mei 2008, Marque sedikit besar ketimbang Mellon sebesar 21,34% pada posisi Mei 2008.
Ada juga CS AG menguasai 21,61% pada posisi Desemebr 2009, Credit Suisse pun menguasai 21,61% pada Oktober 2009, dan Danatama makmur pun menguasai 26,84% pada posisi 2008.
Jika dianalisis mengacu pada kepemilikan hari ini, kepemilikan Marque turun dari posisi 10,07% kini menjadi 5,33% berarti hilang 4,74% sedangkan posisi CS AG tetap. Sayang, Danatama Makmur dan Credit Suisse yang semula tercatat sebagai pemegang saham tak lagi memiliki saham BNBR. [san/cms]