INILAH.COM, Manchester Sejumlah klub Liga Primer meminta Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk membatalkan perhelatan Piala Afrika 2010 menyusul penembakan terhadap bus tim nasional Togo.
Kabar terakhir menyebutkan korban tewas akibat serangan di Cabinda, Angola, tersebut bertambah menjadi empat orang. Kiper serta asisten pelatih Togo dikabarkan menjadi korban tewas terakhir.
Kondisi ini membuat sejumlah klub Liga Primer bereaksi keras terhadap kejadian tersebut. SunSport melansir Manchester City telah melakukan pertemuan mendadak dengan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) setelah striker mereka, Emmanuel Adebayor terjebak dalam kejadian mengerikan tersebut.
Pelatih Hull City Phil Brown secara terang-terangan meminta dua pemainnya kembali saat ini juga.
Anda pastinya tidak ingin membahayakan keselamatan tim, ofisial dan fans. Ini benar-benar tidak bisa diterima. Saya ada dua pemain, Daniel Cousin (Gabon) dan Seyi Olofinjana (Nigeria), dan saya ingin mereka kembali kepada kami secepat mungkin, papar Brown.
Portsmouth, yang melepas empat pemainnya ke Piala Afrika, juga menginginkan FIFA menghentikan turnamen yang akan dimulai besok, Minggu (10/1), tersebut.
Sedangkan pelatih Tottenham Hotspur Harry Redknapp menegaskan, Ini menakutkan. Saya setuju untuk membatalkan turnamen. Kita tidak bisa hanya duduk dan menunggu untuk pemain lainnya kena tembak.
Jika klub-klub lain panik, Chelsea berusaha tenang menanggapi kejadian tersebut. Padahal The Blues memiliki empat pemain yang bermain di Piala Afrika 2010, termasuk bomber Didier Drogba yang membela Pantai Gading.
Semua yang ada di Chelsea terkejut, tapi kami akan menunggu informasi dari pihak berwajib yang relevan menangani turnamen, ujar juru bicara Chelsea.[bow]