INILAH.COM, Denpasar - Wisatawan Australia berliburan ke Bali sebanyak 398.787 orang selama 11 bulan periode Januari-November 2009, meningkat 39,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 286.796 orang.
"Mereka datang ke Bali sebagian besar lewat Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pewawat udara yang terbang langsung dari negaranya. Hanya 862 orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Ida Komang Wisnu di Denpasar, Minggu (10/1).
Ia mengatakan, masyarakat Negeri Kangguru menempati urutan teratas dibanding 10 negara yang terbanyak memasok turis ke Bali, dengan memberikan kontribusi sebesar 18,44% dari seluruh wisman ke Pulau Dewata sebanyak 2,16 juta orang selama 11 bulan pertama 2009.
Kunjungan wisman secara keseluruhan itu meningkat 13,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 1,90 juta orang.
Ida Komang Wisnu menambahkan, masyarakat Auatralia dan Jepang selalu bersaing menempati urutan pertama dan kedua dalam memberikan kontribusi terbanyak bagi kunjungan wisatawan ke Bali. "Bahkan masyarakat Australia menganggap Bali sebagai rumahnya kedua, karena hampir setiap tahun memilih Bali sebagai tempat berlibur yang aman, nyaman dan menarik," tutur Ida Komang Wisnu.
Ida Komang Wisnu menjelaskan, dari 10 negara terbanyak memasok wisman ke Bali, enam negara mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan empat negara lainnya mengalami penurunan.
Enam negara yang mengalami peningkatan, selain Australia, juga China 58,93%, Malaysia 5,99%, Prancis 47,23%, Inggris 12,44%, Belanda 21,34%, dan negara-negara lainnya 12,89%.
"Empat negara yang mengalami penurunan meliputi Jepang 4,51%, Korea Selatan 7,31%, Taiwan 8%, dan Jerman 4,20%, tutur Ida Komang Wisnu." [*/mor]