Senin, 28 Mei 2012 | 20:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sst...PSK 'Garap' 7 Lelaki Hidung Belang Sehari
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
web - Senin, 11 Januari 2010 | 02:09 WIB
INILAH.COM, Batang - Penyebaran HIV/AIDS dalam tahun belakangan ini terus meningkat. Bagaimana tidak, seorang PSK melayani tujuh pelanggan pria hidung belang dalam sehari.

"Itu jumlah tertinggi yang kami dapat sesuai pengakuan para PSK di lokalisasi Penundan dan Banyuputih. Ternyata, seorang PSK mampu melayani tujuh pelanggan sehari," kata Koordinator Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Batang, Muh Fajar Sajidin, di Batang, Jawa Tengah, Minggu (10/1).

Menurut dia, kemampuan setiap PSK untuk mendapat pelanggan memang berbeda, ada yang belum tentu mendapat pelanggan dalam sehari, tetapi rata-rata mereka melayani dua sampai empat orang laki-laki per hari.

Maraknya, kegiatan prostitusi tersebut, katanya, sudah dalam kondisi mengkhawatirkan. Karena akan mempermudah peluang terjadinya penyebaran penyakit human immunodeficiency virus/acquired immuno-deficiency syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Batang.

Perkembangan jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Batang selama 2008 telah mencapai 46 orang. Pada 2009 terus meninggakar menjadi 57 orang. "Penyebaran jumlah penderita HIV/IADS ini terus meningkat pada Januari 2010 menjadi 65 orang. Kondisi ini memang sudah memprihatinkan dan akan meningkat lagi jika tidak ada kesadaran dari masyarakat," tuturnya.

Saat ini, Fajar mengungkapkan, jumlah PSK yang tersebar di sejumlah lokalisasi di Kabupaten Batang sebanyak 562 orang. Dalam jangka setahun terakhir ini, jumlah laki-laki pengguna jasa PSK sebanyak 23.340 orang.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit HIV/AIDS, Pemkab Batang dan Komisi Penanggulangan AIDS sudah membangun klinik infeksi menular seksual (IMS) dan vountary conceling, dan testing (VCT) di Kecamatan Banyuputih.

Ia mengatakan, klinik ini difokuskan melayani penyakit yang diderita PSK di wilayah Batang Timur dan pada 2010 ini RSUD Kalisari Batang juga siap menangani penderita HIV/AIDS. Selain itu, lanjut Fajar, pemkab setempat juga menyediakan kondom gratis dilokalisasi, memeriksa kesehatan pelacur, dan sosialisasi.

"Namun, upaya yang telah kami lakukan sering diabaikan PSK. Mereka tetap melakukan praktik dan terus menularkan penyakit itu. Usulan dari Komisi B DPRD setempat untuk mengarantinakan atau melarang pelacur buka praktek juga sulit karena dianggap melanggar HAM," jelas Fajar. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.