INILAH.COM, Bangkok Lima polisi Thailand dituntut membunuh seorang pengusaha Arab Saudi 10 tahun lalu. Mendiang diduga terbunuh karena informasi soal perhiasan curian dari negara asalnya.
Lima polisi itu, juga termasuk pimpinan Police Region 5, Letjen Somkid Boonthanom. Mereka dituntut karena menahan mendiang Mohammad Al Ruwaili di luar prosedur dan berujung pada kematian pria itu. Kelima polisi itu diduga berusaha menyembunyikan barang bukti pencurian perhiasan.
Mereka menyiksa Al Ruwaili di kamar hotel karena menduga korban memiliki informasi. Namun pada akhirnya ia tewas dan jasadnya dibuang di sawah, demikian pernyataan jaksa penuntut dalam sebuah sidang yang dilansir Straits Times, Rabu (13/1).
Al Ruwaili tadinya berdomisili di Bangkok sebagai pemilik memiliki agensi penyaluran pekerja. Ia dicurigai setelah menghilang pada tahun 1990-an. Sebab ada dugaan ia terlibat dalam hilangnya perhiasan senilai US$20 juta yang diselundupkan ke Thailand pada 1989. Perhiasan tersebut dicuri dari sebuah istana di Riyadh, Arab Saudi.
Ketika ditemukan dan dikembalikan, seluruh perhiasan itu ternyata sudah dipalsukan. Tak lama kemudian, tiga diplomat Saudi di Thailand terbunuh. Jaksa penuntut mengatakan kelima polisi yang terlibat tersebut adalah para penyelidik kasus pencurian. Kasus ini juga mendinginkan hubungan Saudi dan Thailand selama 20 tahun belakangan. [vin]