Senin, 28 Mei 2012 | 20:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
5 Polisi Thailand Habisi Pengusaha Arab
Headline
istimewa
Oleh:
web - Rabu, 13 Januari 2010 | 14:35 WIB
INILAH.COM, Bangkok Lima polisi Thailand dituntut membunuh seorang pengusaha Arab Saudi 10 tahun lalu. Mendiang diduga terbunuh karena informasi soal perhiasan curian dari negara asalnya.

Lima polisi itu, juga termasuk pimpinan Police Region 5, Letjen Somkid Boonthanom. Mereka dituntut karena menahan mendiang Mohammad Al Ruwaili di luar prosedur dan berujung pada kematian pria itu. Kelima polisi itu diduga berusaha menyembunyikan barang bukti pencurian perhiasan.

Mereka menyiksa Al Ruwaili di kamar hotel karena menduga korban memiliki informasi. Namun pada akhirnya ia tewas dan jasadnya dibuang di sawah, demikian pernyataan jaksa penuntut dalam sebuah sidang yang dilansir Straits Times, Rabu (13/1).

Al Ruwaili tadinya berdomisili di Bangkok sebagai pemilik memiliki agensi penyaluran pekerja. Ia dicurigai setelah menghilang pada tahun 1990-an. Sebab ada dugaan ia terlibat dalam hilangnya perhiasan senilai US$20 juta yang diselundupkan ke Thailand pada 1989. Perhiasan tersebut dicuri dari sebuah istana di Riyadh, Arab Saudi.

Ketika ditemukan dan dikembalikan, seluruh perhiasan itu ternyata sudah dipalsukan. Tak lama kemudian, tiga diplomat Saudi di Thailand terbunuh. Jaksa penuntut mengatakan kelima polisi yang terlibat tersebut adalah para penyelidik kasus pencurian. Kasus ini juga mendinginkan hubungan Saudi dan Thailand selama 20 tahun belakangan. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.