inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Perempuan Terinfeksi HIV Meningkat

Headline
istimewa
Oleh:
Rabu, 13 Januari 2010 | 16:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi mengatakan jumlah perempuan yang terinfeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) cenderung meningkat.

"Sudah terjadi feminisasi epidemi HIV/AIDS di Indonesia. Tahun 2009, persentase perempuan yang terinfeksi makin meningkat," katanya usai mengikuti rapat koordinasi penanggulangan AIDS di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jakarta, Rabu (13/1).

Ia mengatakan, persentase perempuan yang terinfeksi HIV dan mengalami sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (Acquired Immunodeficiency Syndrome/AIDS) pada 2009 lebih dari 20% dari keseluruhan kasus.

Menurut data Kementerian Kesehatan, per 30 September 2009 jumlah kumulatif kasus AIDS yang dilaporkan di 300 kabupaten/kota di 32 provinsi sebanyak 18.442 kasus dengan rasio laki-laki dan perempuan 3:1.
Sementara per 31 Desember 2008, secara kumulatif jumlah kasus AIDS yang dilaporkan di 214 kabupaten/kota di 32 provinsi sebanyak 16.110 dengan rasio laki-laki dan perempuan 3,04:1.
"Di beberapa kabupaten/kota termasuk Mimika, persentase perempuan yang terinfeksi bahkan sampai 50%," katanya.
Perempuan yang terinfeksi, kata dia, utamanya terdiri atas pekerja seks komersial dan ibu rumah tangga.
Menurut Nafsiah, hal itu antara lain terjadi perilaku seks berisiko tinggi cenderung meningkat sementara penggunaan alat pencegah seperti kondom tetap rendah.
"Akibatnya, transmisi melalui hubungan seksual meningkat," katanya.
Pemerintah, kata dia, akan memperbaiki intervensi dengan memperluas jangkauan program pencegahan dan penanggulangan AIDS melalui transmisi seksual. Kampanye penggunaan kondom melalui Pekan Kondom Nasional yang sudah tiga tahun dilakukan akan dilanjutkan dan ditingkatkan jangkauannya.
"Selama ini program hanya menyentuh korban dan orang yang berisiko, pasangan dari populasi kunci justru tidak terjangkau. Ke depan program akan diperluas ke pasangan korban dan orang berisiko," katanya.
Menteri Koordinator Kesehatan Rakyat Agung Laksono mengatakan, pencegahan dan penanggulangan AIDS merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional.
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menambahkan, alokasi pendanaan untuk penanggulangan AIDS secara bertahap akan ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan program pada bantuan dana dari luar negeri. [*/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.