Minggu, 27 Mei 2012 | 02:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jika Saya Penasehat Politik Bu Mulyani
Headline
Sri Mulyani - inilah.com /Wirasatria
Oleh: IM Sumarsono
web - Rabu, 13 Januari 2010 | 22:56 WIB
Maka, kira-kira inilah yang akan saya rekomendasikan, setelah seharian ini, Rabu (13/1), saya menyaksikan suasana sidang Pansus Hak Angket Kasus Bank Century yang berlangsung hampir 12 jam, live nasional di tv. Yaitu:

1. Mulai memikirkan dan mungkin secara serius segera membentuk suatu gugus tugas politik. Dengan rencana kerja pertama: menyiapkan diri untuk membentuk partai politik baru, atau minimal segera mencari kendaraan politik untuk mengikuti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Situasi Faktualnya:

Hari ini ada dua arus besar yang berkembang (minimal dari respon publik yang terpantau dari tempat saya bekerja), dimana terjadi grafik signifikan perolehan dukungan antara yang anti-pati dan yang simpati dengan Bu Mulyani, yang sejak pagi harus menghadapi forum politik konstitusional yang terhormat.

Jadi, hari ini, Bu Mulyani telah mendapatkan momentum pencitraan diri. Baik sebagai pejabat yang dituntut pertanggung-jawaban atas keputusan bailout Century, atau sebagai seorang wanita, ibu dari anak-anaknya, yang sedang memegang jabatan publik, dan sepanjang hampir 12 jam lebih harus menjelaskan sebuah peristiwa yang terjadi setahun yang lalu.

Kalau pertunjukan politik ini terus dilakukan, saya meyakini betul, bahwa Pansus Hak Angket Century menjadi anti-klimaks. Percayalah, satu poin telah didapat Bu Mulyani, yaitu simpati publik.

(catatan: jika saya jadi penasehat politik anggota Pansus, saya akan mengubah setting rapat Pansus. Pertimbangannya, ini forum politik dan bukan ruang interograsi pidana yang bisa merenggut hak dasar seseorang. Setiap kejadian, gesture, intonasi, diksi, sangat berimplikasi pada simpati atau antipati publik. Dan itu penting bagi para pemilih).

2. Segera mengganti strategi publikasi, dari yang tadinya berusaha menjelaskan situasi faktual atau situasi literal, atau mungkin kalau ada situasi konspiral, tentang apa yang terjadi terhadap Bank Century, menjadi strategi publikasi yang lebih sentimentil saja.

Rujukannya:

Pemilih Indonesia pada Pilpres 2004, mengalami lonjakan kecenderungan naik spektakuler untuk memilih tokoh yang mengalami pendzoliman dan penganiayaan politik. Suasana pendzoliman itu, ternyata efektif untuk mendulang suara. Juga, efisien secara biaya karena sering tayang di televisi secara nasional dan gratis. Tidak perlu harus pasang iklan!

3. Menjadikan momentum rapat Pansus hari ini, Rabu (13/1), sebagai investasi politik prospektif yang harus terus di-maintenance. Bu Mulyani sudah punya pengalaman birokrasi, terkenal sebagai profesional, track-record lumyan, mulai mendapatkan simpati publik, dan Jawa!

4. Segera mengubah strategi politik, dari adu kalkulasi data moneter, menjadi kalkulasi simpati-empati saja. Dari rangkaian rapat Pansus Hak Angket, tak banyak data dan fakta baru yang dimunculkan. Juga pertanyaan para politisinya, itu-itu saja!

Yang ditunggu kan cuma satu: jatuh atau dijatuhkan!

5. Ini rekomendasi terakhir jika saya jadi penasehat politik Bu Mulyani: bahwa, menggalang dukungan di kalangan sejawat, kolega atau teman satu kantor, kurang efektif. Kalau mau bertahan dalam posisi kenegaraan, digalang saja dukungan seluruh rakyat. Caranya: bongkar saja kasus ini. Titik!

Setelah itu, saya rekomendasikan untuk segera melakukan rekomendasi saya nomor 1 di atas.(*)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
MULYANTO
Jumat, 22 Januari 2010 | 16:45 WIB
saya kira apa yang dilakukan oleh seorang sri mulyani pasti sudah dipikirkan buktinya sering rapat untuk menjaga stabilitas keuangan dan itu malah dicurigai sebagai yang negatif oleh dewan yang terhormat, kapan ya anggota DPR tdk seperti kanak-kanak spt apa yg pernah dilontarkan gus dur
tansui
Sabtu, 16 Januari 2010 | 08:49 WIB
Saya praktisi Bank Swasta kecil, sangat setuju dg penyertaan modal LPS di Century dgn alasan:1. Bila di likwidasi, biaya LPS jauh diatas Rp 6,7 T yaitu ganti dana pihak ke 3 s/d Rp 2 M sebesar Rp 4 T. 2. Bank kecil lain terutama dg aset diabawah Rp 1 T akan tutup karena deposan besar akan menarik danya dan bila ini terjadi LPS akan membayar lebih dari 6,7 T. 3. Pengambil alihan BC masih memungkinkan pengambalian dari penjualan BC nantinya. 4. Direktur Kepatuhan BC harusnya juga diperiksa pansus, karena ybs tidak melaporkan pelanggaran yg terjadi ke BI (bila terjadi pelanggaran ketentuan BI/UU, dir KP wajib melapor ke BI.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.