inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Sesepuh PDIP: Ayu Azhari Nyalon Hanya Sensasi

Headline
Ayu Azhari - inilah.com/Dokumen
Oleh:
Kamis, 14 Januari 2010 | 05:00 WIB
INILAH.COM, Sukabumi - Pemerhati pendidikan yang juga anggota dewan pendidikan Bangun Surya Senja menilai pencalonan Ayu Azhari sebagai bakal calon Wakil Bupati Sukabumi dari PDI-P hanyalah sensasi.

"Sejak awal saya sudah memprediksi bahwa pencalonan Ayu Azhari sebagai bakal calon kepala daerah dari PDIP hanya merupakan sensasi. Ayu melamar ke PDIP juga tidak serius," kata Bangun yang juga sesepuh PDIP tersebut di Sukabumi, Rabu (13/1).

Ia mengatakan, ketidakseriusan Ayu dilihat dari ketidakmauannya untuk datang langsung ke Sukabumi guna mengikuti verifikasi PDIP beberapa hari lalu. Bahkan, Ayu lebih mementingkan syuting di luar daerah.

"Bagaimana mengurus warga Kabupaten Sukabumi, bila untuk kepentingan dirinya agar bisa lolos menjadi calon dari PDIP pun tidak bisa hadir secara langsung," katanya menyayangkan.

Menurut Bangun, jika Ayu sudah bertekad ingin menjadi kepala daerah, dia harus siap dengan konsekuensi yang akan dilaluinya. Salah satunya melepaskan dunia keartisannya yang digelutinya.

"Ini yang harus menjadi modal dan menjadi bukti keseriusan Ayu Azhari untuk maju dalam pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Sukabumi," tambah Bangun.

Namun, Seketaris Verifikasi DPC PDIP Kabupaten Sukabumi Marwan Hamdani, menjelaskan, Ayu Azhari layak maju ke tingkat verifikasi berikutnya di DPD PDIP Jawa Barat. "Dari DPD PDIP Jawa Barat akan muncul nama-nama yang akan diserahkan ke DPP PDIP," katanya.

Berkas verifikasi semua kandidat yang terdiri dari 15 bakal calon kepala daerah tujuh balon bupati dan delapan balon wakil bupati sudah diserahkan ke DPD PDIP Jawa Barat.

"Untuk Ayu Azhari, kami sudah melampirkan berkas verifikasinya melalui faksimili. Ini bukan berarti PDIP mengistimewakan Ayu karena semua kandidat yang melamar ke PDIP adalah sama dan tidak ada yang perlu diistimewakan," tandas Marwan. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.