INILAH.COM, Jakarta - Partai koalisi sebagai energical power pemerintahan menanti evaluasi dari SBY jelang program 100 hari. Namun Partai Amanat Nasional (PAN) tak gentar akan evaluasi yang memungkinkan kadernya di kursi kementrian mengalami reshuffle.
"Bagi PAN, kalau soal reshuffle itu adalah mutlak hak prerogatif Presiden. Yang menentukan kebijakan adalah SBY. Saya yakin menteri-menteri dari PAN tidak akan direshuffle, karena kinerjanya selama ini baik. Kader kita bagus-bagus kok," ujar anggota fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (14/1).
Dalam pandangannya, Yoga menganggap tak perlu ada kekhawatiran dalam tubuh partai koalisi jelang evaluasi dari SBY. Karena jika program-program dalam satu tahun yang terancang dalam APBN telah terlaksana, tak perlu ada lagi masalah. Selain itu PAN merasa tidak diintervensi selama ini oleh pemerintah.
"Tidak ada intervensi. PAN itu partai yang mandiri, tapi PAN bersama partai koalisi lain bergabung mendukung pemerintahan SBY. Dalam koalisi, semua sama kedudukannya. Equal, sederajat. Kita yakin lah selama ini PAN sudah memberikan kontribusi terbaiknya melalui kader-kader PAN di kabinet," ucap Yoga.
Pada kabinet KIB II PAN diwakili oleh tiga kader terbaiknya yakni Hatta Radjasa sebagai Menko Perekonomian, Patrialis Akbar sebagai Menteri Hukum dan HAM, serta Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perhutanan. [jib]