Minggu, 27 Mei 2012 | 00:32 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Anggota Pansus yang Terhormat, Bagaimana Kalau Anda Sopan?
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
web - Kamis, 14 Januari 2010 | 09:15 WIB
Semenjak kasus Bank Century digulirkan di panitia khusus DPR RI tentang hak angket Bank Century, banyak sorotan publik mengarah pada skandal tersebut.

Apalagi ada beberapa stasiun televisi yang menyiarkan secara langsung. Sehingga, dapat dikatakan bak permainan sinetron yang mencapai rating tertinggi.

Terlepas dari jawaban yang dikatakan terdakwa di pengadilan, semua anggota Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century terus mencecar berbagai lontaran pertanyaan dan pernyataan.

Hal ini, bisa membuat pejabat yang bakal dimintai keterangan menjadi tertekan secara psikologis.

Hemat saya, seharusnya para anggoda dewan terhormat bisa menjaga etika kesopanan umum dalam melontarkan pertanyaan kepada para saksi yang diperiksa dengan tak mengungkapkan kata- kata yang dapat menyinggung perasaan para saksi.

Memang, gaya bicara seseorang memang berbeda dengan orang lain. Begitu pula gaya bicara tiap-tiap anggota Pansus akan berbeda, bergantung pada kultur masing-masing.

Meski demikian, sudah seharusnya para anggota Pansus menggunakan etika kesopanan umum dalam berbicara. Etika yang sesuai dengan adat ketimuran meski ukurannya berbeda-beda antara satu orang dan orang lain.

Pertanyaan harus dilontarkan dengan profesional karena mereka tidak bertanya kepada seorang pesakitan atau tersangka.

Banyak kalangan masyarakat yang menganggap pertanyaan-pertanyaan anggota Pansus terlalu emosional dan banyak yang melanggar nilai-nilai keadaban publik. Anggota Pansus kadang lupa, bahwa mereka harus mewakili semangat publik yang ingin membongkar kasus ini dan konstituen mereka yang menonton langsung melalui televisi.

Akan tetapi, cara berkomunikasi yang berlebihan itu bukan hanya ditujukan kepada saksi yang dipanggil, tetapi juga di antara anggota Pansus. Bahkan, ada anggota Pansus yang saling memaki.

Untuk menghindari hal itu, seharusnya perlu dibuatkan kode etik yang lebih jelas khusus bagi anggota Pansus Hak Angket DPR, tidak cukup dengan kode etik anggota DPR yang bersifat umum.

Kode etik ini perlu mengatur apa yang pantas dan tidak pantas dilakukan anggota Pansus saat menanyai saksi, seperti larangan memaki atau membentak-bentak.

Christoper Simanjuntak
Cilandak, Jakarta Selatan
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
darso
Senin, 18 Januari 2010 | 12:14 WIB
Saya menyarankan bang Ruhut Sitompul untuk mengundurkan diri dari PD dan dari DPR, dan sebaiknya jadi Pengacara atau Main sinetron saja. Karena tempat yang sangat Terhormat seperti gedung DPR sangat tidak pas buat anda.
olanto
Jumat, 15 Januari 2010 | 18:02 WIB
Pertanyaan yg sifatnya menghakimi, mengintimidasi dan menyudutkan dari beberapa angg. PANSUS bukanlah pertanyaan untuk menggali informasi ttg kasus Bailout Bank Century. Hal ini bisa terjadi krn dalam benak para angg. PANSUS sudah mempunyai persepsi sendiri ttg kasus ini. ( mindset ). Jadi bisa dimaklumi kalau para anggota PANSUS sering memotong penjelasan para saksi atau dpl mereka bukan "pendengar yg baik" tapi mereka "ingin didengar" ( soalnya diliput oleh 2 stasion TV secara nasional ). Sepertinya tujuannya adalah hendak membentuk opini publik guna mewujudkan tujuan politik mereka yaitu " impeachment "
barong
Jumat, 15 Januari 2010 | 17:20 WIB
Begitulah kalau orang bodoh dapat kekuasaan, jadi arogan. Manusia model anggota Pansus akan menjadi sangat otoriter begitu mendapatkan kekuasaan, ini berbahaya. Hakim dipengadilan aja kalau bertanya pada terdakwa tidak segalak itu dan tetap memakai komunikasi yg santun dan beretika.
donny
Jumat, 15 Januari 2010 | 15:17 WIB
memang menurut saya pansus kasus century hanya seperti dagelan saja. dan tidak menjawab pertanayaan inti. kemanakah uangnya mengalir. para saksi yang dipanggil seakan akan sudah dijudge bersalah sehingga dicecar tanpa diberi kesempatan menjawab oleh beberapa tokoh pansus. seakan akan merekalah yang paling benar. saya sekaligus mengkritik pemberitaan inilah.com yang sepertinya terkesan berat sebelah tanpa menerapkan netralitas jurnalisme. dari sejumlah artikel yang saya baca di inilah terkesan bahwa inilah.com lebih menyukai phak pihak tertentu sehingga bahasa pelaporannya pun berbeda
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.