INILAH.COM, Jakarta - Menneg PP-PA akui penyebaran informasi program kerja dan realisasi perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan harus dilakukan media. Semuanya demi kemajuan.
"Sulit untuk mengolah apa saja realisasi program dan tindakan responsif atas kasus yang terjadi di masyarakat," kata Menneg PP-PA, Linda Amalia Sari dalam acara Road Show Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ke Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA di Jakarta, Kamis (14/1)
Menteri Linda mengangap fungsi media informasi sangat penting untuk mengolah program dan tindakan responsif yang telah dilakukan terkait perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan sehingga menjadi informasi menarik untuk masyarakat. Karena itu, pihaknya akan melakukan kerja sama secara baik dengan Perum LKBN ANTARA dan media massa lainnya untuk menyebarluaskan informasi terkait kegiatan Kementerian PP-PA kepada masyarakat.
Linda menambahkan, ada berbagai program kerja Kementerian PP-PA yang menjadi pekerjaan rumah, sekaligus tantangan ke depan. Mulai pengentasan kemiskinan, ketimpangan dan ketidakadilan serta ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan, pendidikan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Selain itu juga pengentasan perdagangan orang, penurunan angka kematian ibu dan bayi dan lainnya.
Menteri menjelaskan, berbagai tantangan itu dapat terjawab dengan bantuan media massa untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat dan memberikan kritik membangun. Sementara itu, Menteri juga mengatakan kunjungannya ke Perum LKBN ANTARA diharapkan dapat menyatukan visi dan misi dalam membangun Kementerian PP-PA.
Ia menambahkan, road show itu diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam rangka menghadirkan media massa yang memiliki kesamaan konsep dalam kesetaraan gender dalam setiap pemberitaannya. "Kami yakin bahwa apa yang menjadi visi kisi dalam pembangunan PP-PA dapat dukungan dari insan media khususnya LKBN ANTARA," pungkasnya. [*/aji]