Minggu, 27 Mei 2012 | 22:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Obat Tekanan Darah Tinggi Juga Perangi Dementia
Headline
istimewa
Oleh:
web - Kamis, 14 Januari 2010 | 13:09 WIB
INILAH.COM, Paris - Obat yang digunakan secara luas guna menangani tekanan darah tinggi dan sakit jantung tampaknya juga mengurangi risiko Alzheimer dan bentuk lain dementia.

Beberapa veteran militer AS yang menggunakan angiotensin receptor blocker (ARB) menghadapi kemungkinan 19-24% lebih kecil untuk terserang dementia selama masa empat tahun dibandingkan dengan sebaya mereka yang menggunakan obat lain.

Di antara pasien yang didiagnosis terserang Azheimer pada awal masa empat tahun, mereka yang menggunakan ARB hampir separuh lebih mungkin untuk memerlukan perawaran pada akhir masa tersebut, demikian hasil penelitian yang disiarkan oleh British Medical Journal (BMJ).

ARB menghalangi angiotensin, molekul yang membuat otot di pembuluh darah berkontraksi. Sebagai akibat dari aksi obat tersebut, pembuluh darah membesar, sehingga meringankan tekanan darah.

Berbagai studi sebelumnya sudah menunjukkan ARB lebih efektif dalam memberi perlindungan terhadap diabetes dan mungkin stroke ketika dibandingkan dengan obat lain. Tetapi, kata para penyelidik tersebut, itu adalah untuk pertama kali mereka menyaksikan pertahanan terhadap dementia.

Para dokter yang dipimpin Benjamin Wolozin, seorang profesor di Boston University School of Medicine, meneliti peristiwa dementia di kalangan 819.000 orang yang berusia 65 tahun atau lebih yang menderita saki jantung dan pembuluh darah, kebanyakan dari mereka laki-laki, dari 2002 sampai 2006.

Data itu disediakan oleh lembaga Urusan Veteran AS.
Semua pasien itu dinilai berdasarkan apakah mereka menggunakan ARB; obat jantung dan pembuluh darah yang disebut lisinopril; dan obat pembanding lain untuk mengobati sakit jantung.

Perlindungan nyata ARB terhadap dementia didapati sangat jelas di kalangan pria yang menggunakan obat tersebut sejalan dengan pengobatan lain bagi tekanan darah tinggi yang disebut penghalang angiotensin converting enzyme (ACE).

Dalam satu komentar yang juga disiarkan oleh BMJ, Colleen Maxwell dan David Hogan dari University of Calgary, Kanada, mengatakan studi itu memiliki batas. Itu tak berpengaruh pada sejarah keluarga mengenai dementia; dan masanya agak singkat; dan tak menunjukkan dementia di kalangan perempuan. "Studi lebih jauh diperlukan guna mengkonfirmasi temuan tersebut," kata peneliti.

Mengingat bahwa sebanyak 36 juta orang di seluruh dunia terserang satu bentuk dementia seperti penyakit Alzheimer - jumlah yang akan jadi dua kali lipat dalam waktu 20 tahun mendatang. "Manfaat pencegahan penyaki itu 'sangat besar'," kata mereka.

Usia, warisan genetika dan sakit jantung adalah faktor utama yang diketahui mengenai dementia. Selain itu, juga ada faktor diabetes dan tekanan darah tinggi pada usia setengah baya. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.