Minggu, 27 Mei 2012 | 11:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
RI Tolak Ekspor Sapi ke Malaysia
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
web - Kamis, 14 Januari 2010 | 17:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Pertanian menolak permintaan dari Malaysia agar Indonesia mengekspor sapi hidup ke negara tersebut. Sebab RI masih mengimpor sapi dari Australia.

Menteri Pertanian, Suswono, di Jakarta, Kamis (14/1), mengatakan, saat ini, Indonesia masih melakukan impor sapi dari Australia dan Selandia Baru untuk mencukupi kebutuhan daging dalam negeri. "Saat ini, kita tidak akan mengekspor sapi hidup ke Malaysia meskipun mereka berminat mengimpor dari Indonesia," katanya usai pertemuan dengan Menteri Pertanian dan Azas Industri Malaysia, Noh bin Haji Omar di gedung Kementerian Pertanian.

Menurut dia, selain Indonesia masih rendah populasi ternak sapi, ekspor ternak sapi hidup tersebut juga tidak diperbolehkan UU no. 18 tahun 2009 tentang Peternakan.

Apalagi, tambahnya, saat ini tingkat pemotongan sapi betina produktif di dalam negeri masih sangat tinggi yakni mencapai 200 ribu ekor per tahun, sehingga pemerintah akan berfokus untuk menekan angka tersebut.

Menyinggung kebijakan pemerintah daerah Provinsi Gorontalo yang telah melakukan ekspor sapi ke Malaysia, Suswono mengatakan, pihaknya akan mengkaji ulang keputusan tersebut. "Kita tidak memperbolehkan ekspor sapi hidup. Jika nantinya sudah swasembada kemungkinan itu bisa dilakukan," jelasnya.

Menanggapi keputusan pemerintah Indonesia tersebut, Menteri Pertanian dan Azas Industri Malaysia, Noh bin Haji Omar mengatakan, untuk sapi hidup memang tidak bisa ekspor namun daging sapi dapat dilakukan. Malaysia memilih untuk melakukan impor produk ternak dari Indonesia karena kedua negara tetangga ini telah memiliki hubungan yang baik. "Ada peluang yang baik (untuk impor daging) dari Indonesia," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Mentan Suswono juga menyatakan, Malaysia akan melakukan investasi di sektor pertanian di Indonesia. "Maret nanti akan ada pertemuan kedua menteri untuk melakukan penjajakan lebih lanjut," paparnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.