inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Meraup Modal di Pasar Modal

Anak-anak HIPMI ‘Go Public’

Headline
istimewa
Oleh: Bastaman
Jumat, 15 Januari 2010 | 13:54 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Jangan bandingkan HIPMI (Himpunan Pungusaha Muda Indonesia) sekarang dengan dua puluh tahun silam. Sekarang, perusahaan-perusahaan milik pengusaha muda ini sudah dikelola secara professional. Mereka juga piawai dalam menangkap peluang.
Misalnya dalam mencari dana murah dari bursa. Nah, tahun ini, ada sejumlah pengusaha HIMPI yang akan mencatatkan sahamnya di bursa melalui IPO (Initial Public Offering). Mereka adalah Tekno Orbit Perkasa, Grita Artha Kreamindo, dan Semen Bosowa.
Tekno, anak usaha Satmarindo Group, mengincar dana US$700 juta atau sekitar Rp6,4 triliun. Dana sebesar gajah bunting itu sebagian besar rencananya akan dipergunakan untuk membiayai pembangunan jalur kereta di provinsi Kalimantan Timur, khususnya dari wilayah tambang batubara milik Satmarindo ke pelabuhan.
Dengan pembangunan infrastruktur tersebut, diharapkan dalam 5-7 tahun ke depan produksi batubara Satmarindo akan meningkat menjadi 10 juta sampai 12 juta ton per tahun.
Sementara Semen Bosowa, anak perusahaan Bosowa Corporation, berharap bisa mendapatkan dana segar Rp300 miliar dari pasar modal. Menurut Erwin Aksa, Direktur Utama Semen Bosowa, saham semen Bosowa yang akan dicatatkan di pasar modal mencapai 30%.
Mudah-mudahan bisa direalisasikan pada semester II 2010. Saat ini kami masih mencari underwriter dan investor strategis, katanya. Erwin memaparkan, sebuah investor Dubai yang bergerak di industri perkapalan dan perdagangan sudah menyatakan kesiapannya menjadi standby buyer dalam pelepasan saham Bosowa.
Selama ini, pengusaha HIPMI lebih banyak bermain di kancah politik ketimbang binis. Itu sebabnya, karena lebih banyak menggarap proyek-proyek pemerintah, bisnis yang digeluti oleh sekitar 25 ribu anggota HIPMI umumnya bidang kontraktor.
Namun, sejak krisis 1998, HIPMI kembali fokus ke bisnis. Bidang usahanya pun beragam, mulai dari industri pengloahan, pertambangan, agrobisnis, industri perikana dan hasil laut. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.