inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

IHSG Bertahan, Grup Astra Jadi Bumper

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Jumat, 15 Januari 2010 | 16:55 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pergerakan indeks akhir pekan berhasil lolos dari terpaan profit taking. Saham Grup Astra dan bluechips menjadi bumper. Indeks pun bertahan di zona hijau.
Pada perdagangan Jumat (15/1), IHSG naik 1,91 poin (0,07%) menjadi 2.647,09. Indeks saham unggulan LQ45 justru naik 0,32000 poin ke level 521,12. Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,82000 poin ke angka 440,16.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini cukup sepi dengan volume transaksi hanya tercatat 5,202 miliar lembar saham senilai Rp2,832 triliun dan frekuensi 90.642 kali. Hanya 59 saham naik, sedangkan 129 saham turun dan 68 saham stagnan.
Sektor-sektor saham yang melemah dan menguat hampir seimbang. Penguatan indeks dipimpin sektor aneka industri yang naik 1,67%, disusul sektor infrastruktur yang menguat 1,24%. Di posisi ketiga ditempati oleh sektor konsumsi yang naik 0,50%, perdagangan naik 0,33%, dan manufaktor terangkat 0,71%.
Selebihnya mengalami koreksi dimotori oleh sektor pertambangan yang melemah 1,67%, properti 0,78%, pertanian 0,54%, keuangan 0,20%, dan sektor industri dasar ditutup stagnan.
Saham-saham yang naik signifikan adalah PT Astra Internasional (ASII) naik Rp650 ke Rp36.200, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp400 ke Rp34.200, PT Indosat (ISAT) naik Rp400 ke Rp5.450, LPPF naik Rp250 ke Rp1.850, PT United Tractors (UNTR) naik Rp150 ke Rp18.450, PT Telkom (TLKM) naik Rp150 ke Rp9.500, dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp150 ke Rp3.800.
Sementara saham-saham yang melemah antara lain PT HM Sampoerna (HMSP) turun Rp650 ke Rp13.900, PT Godyear (GDYR) turun Rp250 ke Rp9.450, PT Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp200 ke Rp3.700, PT London Sumatera (LSIP) turun Rp150 ke Rp9.050, PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp75 ke Rp2.225, dan PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp75 ke Rp2.800.
Aji Martono, technical analyst PT Indomitra Securities mengatakan perdagangan indeks saham sepanjang hari ini fluktutif meski pada akhirnya ditutup menguat tipis. Hal ini dipicu aksi profit taking di akhir pekan.
Di sisi lain, masih banyak juga pelaku pasar yang melakukan bargaining di saham-saham tertentu. Saham-saham bluechips menjadi tempat bargaining investor, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (15/1).
Yang cukup menarik, lanjut Aji adalah saham PT Indosat (ISAT). Selama dua hari emiten ini sulit bergerak dari level Rp4.700. Hari ini justru bergerak paling kencang hingga 7,92% ke level Rp5.450. Hal ini terkait rencana RUPS perseroan dan cukup baiknya kinerja keuangan, ujarnya.
Di lain pihak, saham-saham sektor pertambangan melemah seiring harga minyak dunia yang malu-malu untuk bergerak naik. Saat ini emas hitam ini berada di level US$79 per barel . Tapi, ini hanya koreksi yang bersifat temporer, sehingga terjadi juga koreksi teknis di saham-saham tambang, paparnya. Hanya saja, imbuh Aji, saham-saham Grup Astra yang mengawal pergerakan indeks hingga pada akhirnya ditutup di teritori positif.
Lebih jauh Aji mengatakan bargaining position juga terjadi di bursa utama dunia. Hal ini tampak dari sebagian bursa dunia yang juga variatif. Di akhir perdagangan Dow Jones pun nanti malam, Aji memperkirakan akan sama pola perdagangannya dan bergerak tipis.
Begitu juga dengan bursa regional bergerak variatif. Indeks Nikkei meraih posisi positif tipis dan di sisi lain Hang Seng negatif meskipun di awal perdagangan sempat positif. Jadi, indeks regional pun mixed yang berpengaruh juga pada fluktuatifnya IHSG, pungkasnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.