Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
5 Komentar
Putu @ Senin, 25 Januari 2010 | 10:42 WIB
Masalahnya bukan tipu dan tertipu, tapi kompetensi dan Tanggung Jawab.
Rakyat sama sekali tidak merasa tertipu tapi mengawal.Maju terus PANSUS.
ari @ Rabu, 20 Januari 2010 | 09:12 WIB
ilustrasinya gak tepat, menkeu mestinya bukan sekedar manajer, tapi direktur keuangan,
Roni @ Selasa, 19 Januari 2010 | 16:23 WIB
Yang lupa ditulis adalah direkturnya hanya sebagai direktur pengganti beberapa hari alias sementara. Sedangkan manajer keuangan hanya patuh pada direktur yang asli.
Management Consultant @ Senin, 18 Januari 2010 | 13:18 WIB
analoginya msh kurang pas.
Dlm suatu perusahaan, pasti sudah ada bisnis proses dan corporate governance-nya. Batas wewenang dan tanggungjawab juga pastinya sudah jelas. Misal seorang manager keuangan hanya bisa mengambil keputusan sampai nilai tertentu, di atas itu harus di eskalasi ke DirKeu, atau bahkan oleh Dewan Direksi. Di republik mimpi ini kebanyakan aturan dan UU, tetapi saling tindih, malah gak jelas dan gak fokus. Kayaknya memang dibuat spt itu, sehingga ada 'loopholes' untuk 'bermain'. Yahh klo mo ngorbanin paling gampang dan cepat yaa si manager keuangan saja, tohh gak perlu RUPS ato RUPSLB.
Tetapi sebagus apapun business process dan corporate governance yang ada, semua tergantung 'man o.r woman behind the gun' -nya... Kita butuh orang2 yang pandai, cerdas, berani, tegas dan ber-HATINURANI.
Cuma pinter dan cerdas, tapi ngibuli rakyat? Semua yg mendapat amanah untuk menjadi 'pemimpin' harus mempertanggungjawabkannya, di dunia dan di akherat kelak. Wassalam.
Hanafi @ Sabtu, 16 Januari 2010 | 15:05 WIB
Bukan. Justru yang tertipu itu adalah anda. karena kalau memang anda tau dana 6.7t ini semuanya diambil robert kenapa tidak anda berikatan bukti2nya ke pansus atau kepolisian..