INILAH.COM, Kepri- Wanita korban penganiayaan dan penelanjangan yang direkam di video, mengalami pendarahan.
Hal ini terlihat dalam sebuah adegan di rekaman video pengeroyokan tersebut. Saat wanita korban itu lari, terlihat ada darah mengucur di sela kakinya.
Video penganiayaan yang beredar lewat HP itu diawali dengan ucapan terima kasih si korban. Entah kenapa ucapan terima kasih itu
dibalas pukulan.
Makasih, makasih, ujar salah satu perempuan yang mengeroyok, yang diduga berusia sekitar 17 tahun itu.
Setelah itu, si korban minta maaf. Bukannya berhenti, dia malah mendapatkan bertubi-tubi pukulan, tendangan, makian, dan jambakan di rambutnya.
Sementara itu, seseorang yang diketahui adalah pria terus merekam adegan yang terjadi di sebuah jalanan sepi, yang diduga adalah sebuah tempat di Tanjung Balai Karimun, Kepri.
Si cewek korban penganiayaan itu terjungkal ke aspal. Tangisnya tak dipedulikan oleh tiga
pengeroyok yang semunya perempuan juga.
Si cewek terus menerus menangis, dimaki-maki dalam bahasa mandarin logat Teochew. Para pelaku dengan beringas membuka pakaian yang
melekat di tubuh si korban.
Buka.. buka!! ujar seseorang memerintah
penelanjangan itu.
Si korban menangis dan terus meronta. Tangisnya dibalas dengan pukulan dan
tendangan ke tubuh cewek berperawakan kurus itu.
Setelah bagian atas dibuka, tubuh si korban direbahkan, lehernya dicekik, setelah itu, si cewek benar-benar dibuat bugil tanpa baju.
Pada saat itu terlihat darah tumpah di atas aspal. Sepertinya darah yang mengucur itu adalah darah haid yang mengucur diantara paha gadis tersebut.
Adegan video itu berakhir setelah perintah sang sutradara memerintahkan untuk berhenti.
Cukup, cukup, cukup! ujar seorang seperti terekam. Setelah itu, korban dibiarkan memberesi pakaiannya
yang acak-acakan.
Belum diketahui kapan video ini beredar. Tapi, sejak Jumat (15/1), video ini sudah beredar.[ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !