INILAH.COM, Jakarta - PT Adaro Energy Tbk berpotensi menguasai 25% kepemilikan di lahan tambang Maruwai yang dilepas BHP Billiton yang menawarkan 2 skema yaitu membeli 25% dan 100% saham.
Menurut suatu sumber transaksi tersebut menyatakan BHP Billiton menawarkan dua skema penjualan kepada perusahaan-perusahaan yang mengajukan penawaran, yaitu membeli 25% saham, dan 100% saham. Namun Billiton tetap berminat untuk menjadi pemegang mayoritas di lahan tambang tersebut. Demikian seperti dikutip dari Harian Bisnis Indonesia.
"Karena BHP Billiton ingin tetap menjadi pemilik mayoritas, Adaro berpeluang memiliki saham di Maruwai sebesar 25%, meski perusahaan batu bara itu mengajukan penawaran hingga 100%," ujarnya pekan lalu.
Menurut dia, saat ini masih dalam tahap finalisasi untuk merampungkan proses penjualan. Beberapa perusahaan yang tidak masuk dalam daftar sudah mendapatkan informasi tersebut.Tambang Maruwai yang akan dilepas tersebut seluas 355.000 hektare yang terletak di Kalimantan Tengah.
Manager External Communication BHP Billiton Indra Diannanjaya saat dikonfirmasi mengenai informasi tersebut menyatakan sampai saat ini proses seleksi masih berlangsung. Pihaknya tidak akan membuka nama-nama perusahaan yang memasukkan penawaran, lantaran terikat perjanjian confidential. "Kami belum bisa menyebutkan perusahaan yang kalah maupun yang menang. Proses seleksi masih berjalan," ujarnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !