INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI) pekan ini akan bergerak sideways. Hal ini menyusul penguatan tajam dengan volume transaksi besar sepekan sebelumnya.Pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, potensi
sideways saham
BUMI pada perdagangan Senin (18/1) ini, mengikuti pola sepekan terakhir, dimana saham sejuta umat ini cenderung
sidelines (bergerak di kisaran garis) dengan volume transaksi yang semakin turun.
Hari ini pun tidak akan jauh berbeda. Probabiltasnya
BUMIakan berada di
trading range di level
support Rp2.675 dan Rp2.950 sebagai level
resistance-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (17/1) malam.
Menurut David,
sidelines saham BUMI didahului penguatan tajam dua pekan lalu yang didukung volume di atas rata-rata transaksi hariannya. Untuk saat ini, BUMI akan berada di
trading range itu dan masih akan bergerak
sidelines, ujarnya.
Pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu, BUMI ditutup melemah Rp75 (2,6%) ke level
Rp2.800 dibandingkan sebelumnya Rp2.875. Harga tertingginya mencapai Rp2.850 dan terendahnya Rp2.775. Sedangkan volume transaksi mencapai Rp102,08 juta unit saham senilai Rp285,9 miliar dan frekuensi 3.748 kali.
David menegaskan selama level
support Rp2.675 belum tertembus ke bawah, pergerakan BUMI masih
on track . Untuk itu, dia menyarankan agar pelaku pasar mencermati harga BUMI pada saat mendekati level
support tersebut. Sebab, BUMI sekarang sedang mencari titik keseimbangannya setelah bergerak signifikan dua minggu lalu, imbuhnya.
Karena itu, selama bergerak
sideways dan terjadi koreksi yang tidak didukung besarnya volume transaksi, belum menunjukkan pembalikan arah (
reversal ) melemah. Jika BUMI terkoreksi dengan volume menurun atau di bawah rata-rata, ya tidak masalah, Bow (
buy on Weakness) saja, tukasnya.
Pembalikan arah (melemah) dalam jangka pendek akan terkonfirmasi saat harga sahamnya turun menembus level
support Rp2.675 dan level
support berikutnya di Rp2.600 yang disertai volume signifikan di atas rata-rata.
Jika BUMI tembus level
support Rp2.600 dengan volume transaksi signifikan hingga empat kali lipat dari volume transaksi akhir pekan lalu atau 408,3 juta lembar saham, maka mengindikasikan emiten ini kembali berada pada tren melemah.
Selama hal itu tidak terjadi, pelaku pasar bisa manfaatkan
trading range tersebut. Pelaku pasar harus benar-benar mencermati dengan jeli titik-titik
support dan
resistance-nya, serta apakah volume transaksi menguat di atas volume pekan lalu. Selama tidak menembus
support dengan volume yang signifikan di sekitar angka 408,3 juta unit saham, bisa
Buy on Weakness,ujarnya.
Sebab, pekan lalu, BUMI masih bergerak dalam
trading range dengan volume transaksi yang rendah. Karena itu, koreksinya merupakan probabilitas
pullback. Angka Rp2.650 dapat menjadi patokan, ketika masuk kembali ke saham BUMI, pungkasnya.
Sementara itu, koreksi harga minyak mentah ke level US$77 per barel

, dinilai David berpotensi memicu koreksi di saham batu bara thermal ini. Namun, itu hanya
technical correction saja, pungkasnya. [ast/mdr]