INILAH.COM, Jakarta Setelah dua pekan lalu menguat tajam dengan volume transaksi yang besar, saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (18/1) diprediksikan sideways. Buy on weakness untuk BUMI!Pengamat pasar modal, David Cornelis mengatakan potensi
sidewaysnya pergerakan saham
BUMI hari ini karena mengikuti pola yang terjadi selama sepekan terakhir. Pekan lalu, saham sejuta umat ini cenderung
sidelines (bergerak di kisaran garis) dengan volume transaksi yang semakin menurun.
Probabiltasnya
BUMI akan berada di
trading range di level
support Rp2.675 dan Rp2.950 sebagai level
resistance-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Jumat (15/1) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (2,6%) menjadi Rp2.800, dengan intraday Rp2.850 dan Rp2.775. Volume transaksi mencapai Rp102,08 juta unit saham senilai Rp285,9 miliar dan frekuensi 3.748 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah akhir pekan lalu, terkoreksi apakah BUMI berpotensi menguat hari ini?Saya kira BUMI akan
sideways mengikuti pola yang terjadi sepekan terakhir. Pekan lalu, saham ini cenderung
sidelines (bergerak di kisaran garis) dengan volume transaksi yang semakin menurun. Hari ini pun, tidak akan jauh berbeda.
Sidelines saham BUMI didahului penguatan tajam dua pekan lalu yang didukung volume di atas rata-rata transaksi hariannya. Untuk saat ini, BUMI akan berada di
trading range itu dan masih akan bergerak
sidelines.
Akan bergerak di kisaran berapa?Probabilitasnya
BUMI akan berada di
trading range di level
support Rp2.675 dan Rp2.950 sebagai level
resistance-nya.
Kapan BUMI akan mengalami pembalikan arah melemah?Pembalikan arah (melemah) dalam jangka pendek akan terkonfirmasi (
confirmed) pada saat harga sahamnya turun. Turun menembus level
support Rp2.675 dan menembus level
support berikutnya Rp2.600 yang disertai dengan volume yang signifikan di atas rata-rata. Jika BUMI tembus level
support Rp2.600 dengan volume transaksi yang singnifikan hingga empat kali lipat dari volume transaksi akhir pekan lalu atau sebesar 408,3 juta lembar saham menandakan emiten ini kembali berada dalam pelemahan.
Bagaimana koreksi harga minyak ke level US$77 per barel
?Itu bisa saja memicu koreksi. Namun, hal itu semata koreksi teknis. Itu hanya
technical correction saja. Selama level
support Rp2.675 belum tertembus ke bawah, pergerakan BUMI masih
on track . Saya menyarankan agar pelaku pasar mencermati harga BUMI pada saat mendekati level
support tersebut. Sebab, BUMI sekarang sedang mencari titik keseimbangannya setelah bergerak signifikan dua minggu lalu.
Karena itu, selama bergerak
sideways dan terjadi koreksi namun tidak didukung dengan besarnya volume transaksi belum menunjukkan pembalikan arah (
reversal ) melemah.
Apa rekomendasi Anda?Jika BUMI terkoreksi dengan volume menurun atau di bawah rata-rata, ya tidak masalah, BoW (
boy on Weakness) saja.
Selama BUMI tidak terkoreksi dengan volume transaksi yang besar, pelaku pasar bisa manfaatkan
trading range tersebut. Karena itu, pelaku pasar harus benar-benar mencermati dengan jeli titik-titik
support dan
resistance-nya, apakah volume transaksi menguat di atas volume pekan lalu.
Selama tidak menembus
support dengan volume yang signifikan di sekitar angka 408,3 juta unit saham, bisa
Buy on Weakness. Sebab, pekan lalu, BUMI masih bergerak dalam
trading range dengan volume transaksi yang rendah. Karena itu, koreksinya merupakan probabilitas
pullback. Angka Rp2.650 dapat menjadi patokan, ketika masuk kembali ke saham BUMI. [ast]