INILAH.COM, Jakarta - Meninggalnya mantan Presiden KH Abdurahman Wahid tampaknya sangat berpengaruh besar. Termasuk Koalisi masyarakat sipil untuk kebebasan beragama pun seperti kehilangan pegangan.
"Setelah Gus Dur wafatnya kita seperti mencemaskan. Tidak ada lagi tokoh yang berbicara lantang seperti Gus Dur," kata Ketua Komnas Ham Ifdhal Kasim, saat bertemu dengan Koalisi masyarakat sipil untuk kebebasan beragama, di Kantor Komnas Ham, Jakarta, Senin (18/1).
Hal itu diungkapkan Ifdhal saat, salah satu Koalisi masyarakat sipil untuk kebebasan beragama Dawam Rahardjo mengusulkan adanya pemunculan tokoh. Dawam juga meminta tokoh-tokoh yang lantang berbicara soal agama.
Senada dengan Ifdhal, Katua KWI Beny Susetyo juga membenarkan sepeninggalan Gus Dur sangat berpengaruh. Menurut Beny, Gus Dur adalah pembela konstitusi, jadi kalau pembela konstitusi sudah tidak ada lagi maka itu ancaman, jika pemerintahannya masih tidak peduli dengan persoalan-persoalan keberagamanan dan persoalan bangsa.
"Ini ketakutan teman-teman, pemerintah terkesan membiarkan maka ada bahayannya kalau pembiaran terus terjadi pluralisme terancam," ujarnya. [win/jib]