INILAH.COM, Malang - Lantaran tertekan problem keluarga, seorang gadis belia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun ikan dan tumbuhan.
Racun yang biasa dipakai para petani untuk membasmi tanaman itu, mengantarkan Rodiah (19), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pergi untuk selama-lamanya.
Dari keterangan yang dihimpun, kejadian itu bermula saat korban, bertandang ke rumah saudara kandung ayahnya, Suudi (52), warga Desa Sumbergempol, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
Jarak rumah korban dengan rumah Suudi yang juga pamannya itu, berkisar 15 kilometer. Kedatangan Rodiah sendiri ke rumah pamannya untuk menenangkan pikiran. Karena selama ini, ada masalah keluarga yang dihadapinya hingga membuat korban, memilih mati dengan cara minum racun tanaman di rumah sang paman.
"Sudah 15 hari dia nginap disini. Selama itu, Rodiyah memang tidak menunjukkan gelagat aneh. Bahkan, saya masih melihatnya tadi pagi sekitar pukul sembilan ia cuci baju," papar Suudi, Paman Rodiyah yang nampak syok atas kejadian itu, saat ditemui ditempat kejadian, Senin (18/1) sore.
Menurut Suudi, Rodiyah juga tidak menujukkan gelagat aneh atau menyimpan masalah serius. Ia bahkan juga biasa saja saat berada di rumah pamannya. Itu sebabnya, beberapa keluarga korban merasa kaget akan peristiwa yang membuat warga desa gempar.
Mendapati keponakannya sudah terlentang dikamar dengan mulut penuh busa, Suudi segera meminta pertolongan warga sekitar. Korban yang sudah tidak bernyawa, akhirnya dibantu perangkat desa setempat memberitahukan hal itu ke Polsek Pagelaran. Tak lama kemudian, Tim Forensik Porles Malang dan Polsek Pagelaran, melakukan identifikasi.
Dari hasil itu, Polisi menemukan beberapa racun tanaman dan ikan yang masih tersisa. Termasuk, beberapa gelas dan sendok yang diduga digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya, ditemukan polisi tergeletak dan berserakan didalam kamar tidur Rodiyah.
"Kita masih melakukan pemeriksaan mendetail. Apakah ada unsur lainnya, yang pasti, kami masih menunggu hasil otopsi lebih lanjut. Hanya saja, dugaan kuat korban minum racun tanaman memang mengarah ke situ," papar Kapolsek Pagelaran AKP Karmidi, saat ditemui di lokasi kejadian.
Guna memastikan kematian korban, Polisi akhirnya membawa jasad Rodiyah ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA), Kota Malang, untuk diotopsi. Beberapa keluarga korban termasuk ayah Rodiyah, Sukri (51), terlihat tak berdaya saat membawa jasad anaknya ke Rumah Sakit.
Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini, hanya terduduk diam dengan tatapan mata kosong saat tiba di RSSA Kota Malang, mendapati anaknya sudah terbujur kaku dengan mulut penuh busa. [beritajatim.com/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !