Minggu, 27 Mei 2012 | 12:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'Secara Teknis, BUMI Berpeluang Naik'
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Selasa, 19 Januari 2010 | 09:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), akan menguat terbatas pada Selasa (19/1), menyusul koreksi teknis dua hari terakhir. Investor disarankan beli di harga rendah.

Aji Martono, technical analyst PT Indomitra Securities mengatakan, BUMI hari ini masih berpotensi rebound. Hal ini dipicu faktor teknis, setelah melemah dua hari berturut-turut. Namun, penguatan ini cenderung terbatas, mengingat harga BUMI sudah mendekati level support-nya.

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.875 dan Rp2.675 sebagai level support-nya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (18/1).

Menurut Aji, kisaran harga ini akan berpengaruh pada pergerakan saham BUMI. Jika anak usaha grup Bakrie saham ini melemah, maka emiten ini akan tertahan di level support Rp2.675. Untuk itu saya rekomendasikan buy on weakness untuk BUMI, timpalnya.

Pada perdagangan Senin (18/1) kemarin, BUMI berakhir melemah Rp75 (2,67%) ke level Rp2.725, ketimbang posisi sebelumnya di Rp2.800. Harga tertingginya mencapai Rp2.775 dan terendahnya Rp2.700. Sedangkan volume transaksi mencapai 136,6 juta unit saham senilai Rp372,8 miliar dan frekuensi 3.993 kali.

Aji menuturkan, pergerakan saham BUMI sebelumnya memang sangat tergantung pada volatilitas harga minyak dunia dan pelbagai aksi korporasi perseroan. Namun, saat ini sedikit berbeda, Pergerakan saham BUMI kini lebih dipengaruhi oleh faktor teknikal, tandasnya.

Di sisi lain, harga minyak sendiri saat ini belum memberikan tanda-tanda melanjutkan penguatan. Kalaupun menguat, ia memprediksi, hingga akhir Januari, minyak hanya akan berfluktuasi di kisaran US$78-82 per barel . Namun, penguatan harga minyak tahun ini tetap akan terjadi, sehingga menjadi sentimen positif bagi BUMI untuk jangka panjang, paparnya.

Terkait rumor pencopotan Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan, Aji menilai hal itu masuk dalam kategori economical politic dan hanya sedikit berpengaruh. Itupun dari sisi marketnya, bukan dari sisi BUMI secara langsung, tukasnya.

Seperti diketahui, Presiden SBY dikabarkan telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, pemilik Bakrie Grup termasuk BUMI, untuk membahas pencopotan Menkeu. Hasil pertemuan itu menyepakati Menkeu akan dicopot pada Februari.

Menurut Aji, investor sekarang lebih cenderung melakukan trading terhadap BUMI. Mereka berpedoman pada perkiraan analisis teknikal dan bukan faktor economical politic tadi. Selain berpedoman pada faktor teknis, pasar juga melihat faktor analisis fundamental. Di luar faktor politik, mereka memiliki alasan tersendiri untuk bargaining di saham BUMI, pungkasnya. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.