INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), akan menguat terbatas pada Selasa (19/1), menyusul koreksi teknis dua hari terakhir. Investor disarankan beli di harga rendah. Aji Martono,
technical analyst PT Indomitra Securities mengatakan,
BUMI hari ini masih berpotensi
rebound. Hal ini dipicu faktor teknis, setelah melemah dua hari berturut-turut. Namun, penguatan ini cenderung terbatas, mengingat harga BUMI sudah mendekati level
support-nya.
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.875 dan Rp2.675 sebagai level
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Senin (18/1).
Menurut Aji, kisaran harga ini akan berpengaruh pada pergerakan saham BUMI. Jika anak usaha grup Bakrie saham ini melemah, maka emiten ini akan tertahan di level
support Rp2.675. Untuk itu saya rekomendasikan
buy on weakness untuk
BUMI, timpalnya.
Pada perdagangan Senin (18/1) kemarin, BUMI berakhir melemah Rp75 (2,67%) ke level Rp2.725, ketimbang posisi sebelumnya di Rp2.800. Harga tertingginya mencapai Rp2.775 dan terendahnya Rp2.700. Sedangkan volume transaksi mencapai 136,6 juta unit saham senilai Rp372,8 miliar dan frekuensi 3.993 kali.
Aji menuturkan, pergerakan saham BUMI sebelumnya memang sangat tergantung pada volatilitas harga minyak dunia dan pelbagai aksi korporasi perseroan. Namun, saat ini sedikit berbeda, Pergerakan saham BUMI kini lebih dipengaruhi oleh faktor teknikal, tandasnya.
Di sisi lain, harga minyak sendiri saat ini belum memberikan tanda-tanda melanjutkan penguatan. Kalaupun menguat, ia memprediksi, hingga akhir Januari, minyak hanya akan berfluktuasi di kisaran US$78-82 per barel

. Namun, penguatan harga minyak tahun ini tetap akan terjadi, sehingga menjadi sentimen positif bagi BUMI untuk jangka panjang, paparnya.
Terkait rumor pencopotan Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan, Aji menilai hal itu masuk dalam kategori
economical politic dan hanya sedikit berpengaruh. Itupun dari sisi marketnya, bukan dari sisi BUMI secara langsung, tukasnya.
Seperti diketahui, Presiden SBY dikabarkan telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, pemilik Bakrie Grup termasuk BUMI, untuk membahas pencopotan Menkeu. Hasil pertemuan itu menyepakati Menkeu akan dicopot pada Februari.
Menurut Aji, investor sekarang lebih cenderung melakukan
trading terhadap BUMI. Mereka berpedoman pada perkiraan analisis teknikal dan bukan faktor
economical politic tadi. Selain berpedoman pada faktor teknis, pasar juga melihat faktor analisis fundamental. Di luar faktor politik, mereka memiliki alasan tersendiri untuk
bargaining di saham BUMI, pungkasnya. [ast/mdr]