INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) melaporkan, akan memperpanjang program pembelian saham kembali alias buyback setelah masa berakhirnya pada 14 Januari 2010 kemarin.
Demikian diungkapkan Diretur Utama ELTY Hiramsyah S. Thaib kepada BEI, tadi malam.
Lebih lanjut ia mengakui, kas internal yang digunakan merupakan excess cash perseroan yang mana bila diperluakan dapat digantikan dengan pendanaan melalui perbankan atau pihak ketiga. Hal ini dimungkinkan mengingat posisi neraca Bakriland yang sangat sehat ini tercermin dari net gearing sebesar 12,8% dan ekuitas Rp4,6 triliun per 30 September 2009.
Buyback Bakrieland telah berakhir pada 14 Januari 2010 kemarin. Bahkan, perseroan juga akan memperpanjang masa pembelian saham perseroan dengan membeli sampai 20% dari modal disetor per 31 Desember 2008 sekitar Rp510 miliar yang dilakukan paling lambat 3 bulan ke depan.
"Kami berencana untuk memperpanjang masa buyback ini," katanya.
Menurutnya, buyback ini relatif tidak berdampakt negatif atas kegiatan usaha dan pertumbuhan Bakrieland, karena dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan usaha perseroan di masa yang akan datang telah dialokasikan dan memiliki sumber tersendiri.
"Bilamana masih diperlukan Bakrieland masih memiliki kapasitas yang cukup untuk memperoleh pinjaman dari perbankan atau pihak ketiga," ungkapnya.
Bagi perseroan, lanjutnya, program buyback ini memiliki dampak positif baik bagi jangka pendek maupun jangka panjang. Untujk jangka pendek, adanya program ini memberikan sinyal bagi pelaku pasar bahwa valuasi saham Bakrieland masih sangat murah yang diindikasikan dengan program buyback. [san/cms]